Ponorogo

Lho, SPBU Bangunrejo Lakukan Perbaikan di Masa Penyelidikan

PONOROGO – Polisi benar-benar kecolongan dalam menangani kasus pertamax oplosan di SPBU Bangunrejo, Sukorejo. Garis polisi yang seharusnya masih terpasang di lokasi nyatanya telah dilucuti.

Padahal, penyelidikan yang sejauh ini telah menyeret A (manajer) dan D (sekuriti) belum terhenti. Tujuan garis polisi itu dibentangkan untuk mensterilkan lokasi. Sebab, barang bukti masih berada di lokasi. Selain garis polisi telah dilepas, terpantau ada pekerja yang tengah melakukan perbaikan Selasa (2/7).

Agus Prasetyo, pegawai yang ditugasi menjaga SPBU dua hari terakhir, mengatakan tidak tahu-menahu tentang lepasnya garis polisi tersebut. Begitu sampai di SPBU Bangunrejo, warga asli Madiun itu melihat garis polisi sudah tak terpasang lagi. Kata dia, justru polisi yang melepas ikat sterilisasi tersebut. ‘’Saya ke sini (garis polisi) sudah tidak ada,’’ ungkapnya.

Selain ditugaskan menjaga SPBU, Agus juga diamanahi merawat SPBU. Termasuk mengawasi pekerja yang tengah melakukan perbaikan. Tentunya, atas perintah pemilik SPBU berinisial N —pengusaha asal Nganjuk. ‘’Merawat dan menjaga kebersihan di sini, karena manajernya sudah tidak ada. Saya yang ditugasi,’’ terang Agus.

Di sana ada dua pekerja yang memperbaiki tutup tangki bawah tanah dan atap kanopi. Apakah termasuk membenahi tutup tangki yang disangkakan polisi sebagai penyimpan pertamax oplosan, Agus tidak menerangkan detail perbaikan. ‘’Saya nggak tahu. Mungkin bisa langsung konfirmasi ke polres,’’ tuturnya.

Pantauan Radar Ponorogo kemarin, dua pekerja memperbaiki tutup tangki berwarna putih dan kuning menggunakan mesin las. Saat ditanya apakah perbaikan sebagai persiapan SPBU hendak dibuka kembali, Agus tidak tahu. ‘’Saya hanya ditugasi mengawasi dan menjaga kebersihan SPBU ini. Selebihnya bisa ditanyakan ke polres,’’ tegasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko menyatakan SPBU Bangunrejo masih dalam pengawasan kepolisian. Namun, pihaknya tidak tahu-menahu terkait lepasnya garis polisi yang dipasang anak buahnya pasca penggerebekan. Dia mengungkapkan seharusnya garis polisi masih terbentang di lokasi. ‘’Kami cek lagi kalau memang dari SPBU membuka police line,’’ kata Maryoko.

Maryoko menegaskan, alasan garis polisi masih dibentangkan untuk mengamankan barang bukti. Menghindari kerusakan barang bukti di lokasi. Mengingat kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Jika terbuka, tentu berisiko tinggi terhadap keutuhan barang bukti. ‘’Karena barang bukti masih ada di sana,’’ ujarnya.

Sejauh ini polisi juga masih menanti keterangan resmi dari Pertamina. Terkait hasil empirik dari sampel bahan bakar minyak (BBM) yang telah dibawa sepekan lalu. Sekaligus memastikan kandungan oktan dalam pertamax oplosan. ‘’Menunggu hasil dari Pertamina,’’ ucapnya. (mg7/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close