Madiun

Risiko Tinggi Pisah Ruang Operasi RSUD dr Soedono

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Sebagian orang pasti bertanya bagaimana menangani pasien Covid-19 yang membutuhkan operasi. Dua bulan terakhir, RSUD dr Soedono Madiun telah menangani lima operasi sectio caesar atau operasi bedah persalinan dan satu operasi bedah tulang pasien Covid-19.

Penanganan sejak Mei itu dilakukan di ruang operasi khusus (OK). Terpisah dengan ruang operasi untuk pasien non–Covid-19. Ruang OK itu ditempatkan di lantai 4 Gedung Diagnosis Center. Sementara ruang operasi untuk pasien non–Covid-19 di Gedung Merpati. ‘’Kedua gedung itu jaraknya cukup jauh dan alur masuk ruangannya berbeda,’’ kata Kasi Pengembangan dan Monitoring Pelayanan Keperawatan RSUD dr Soedono Madiun Titing Purwanti.

Total empat ruang OK bertekanan negatif dan memenuhi kaidah ruang operasi. Dilengkapi anteroom in (masuk ruang antara), ruang operasi, anteroom out (keluar ruang antara), serta ruang hijau. Seluruh ruang dilengkapi sterilisasi tingkat tinggi. Sehingga tidak dikhawatirkan virus menyebar ke ruang lain. ‘’Mulai alur masuk dan mekanisme, bahkan sampai melepas alat pelindung diri (APD), diatur dengan saksama,’’ lanjutnya.

Bagi petugas, alur masuk ruang OK pasien Covid-19 wajib dipatuhi. Petugas yang menangani pasien Covid-19 masuk lewat zona hijau atau ruang tunggu. Kemudian masuk ke ruang ganti pakaian kerja. Selanjutnya masuk ruang ganti pakaian hazardous materials (hazmat) level 3. Setelah itu, mempersiapkan anteroom in ruang operasi yang akan digunakan. Setelah tim lengkap diberikan briefing. Barulah ketika alat, tim, dan perlengkapan siap, pasien Covid-19 diantar menuju ruang OK tersebut.

Ketua Staf Medis Fungsional (SMF) Obstetri dan Ginekologi RSUD dr Soedono dr Tauhid Islamy menguraikan, pasien Covid-19 diantar melewati rute berbeda dari pasien non–Covid-19. Termasuk lift yang digunakan khusus pasien Covid-19. ‘’Jadi, memang alur pasien Covid-19 dan non–Covid-19 itu berbeda,’’ kata Tauhid yang juga menangani operasi sectio caesar pasien Covid-19 itu.

Sebelum masuk ruang operasi, pasien Covid-19 rujukan luar daerah, misalnya, terlebih dahulu masuk di Unit Gawat Darurat (UDG). Pun ruangan observasi terpisah dengan pasien non–Covid-19. ‘’UGD pasien Covid-19 itu dari luar masuk lewat pintu kiri, sementara non–Covid-19 lurus,’’ lanjut ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Madiun itu.

Proses operasinya tidak jauh beda dengan operasi pasien non–Covid-19. Semua dijalankan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Bedanya pada ruang, perlengkapan, mekanisme, dan alur agar virus tidak menyebar ke luar ruangan. Selama ini pasien Covid-19 yang membutuhkan operasi merupakan pasien rujukan dari Madiun Raya. Setelah operasi selesai, pasien Covid-19 diantar kembali ke ruang isolasi melalui rute dan lift yang berbeda. Sementara petugas harus melewati anteroom out. Kemudian masuk ke bilik disinfeksi. Barulah masuk ke ruangan untuk melepas APD level 3. Tata urutan melepas APD harus dipatuhi. ‘’Setelah itu mandi pakai sabun disinfeksi, salin baju kerja lagi. Jadi, ruangannya itu bersekat banyak dan bertekanan negatif,’’ paparnya.

Seluruh mekanisme itu untuk mengurangi risiko penyebaran virus korona di rumah sakit. Salah satu parameternya menghindarkan petugas medis dan pasien umum terinfeksi Covid-19. ‘’Seluruh protap bagian dari ikhtiar kami untuk menangani virus korona,’’ tuturnya.

Direktur RSUD dr Soedono Madiun dr Bangun Trapsila Purwaka memastikan seluruh petugas medis rutin menjalani rapid test . Sampai saat ini seluruhnya dinyatakan nonreaktif. Pihaknya juga telah membagi rumah sakit menjadi empat zona. Yakni, zona hijau yang merupakan area perkantoran, ruang tunggu, dan pelayanan; zona kuning untuk poli; zona oranye; dan zona merah untuk ruangan pasien Covid-19. ‘’Ini menjamin risiko penularan tidak akan terjadi,’’ katanya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close