Mejayan

Ring Road Belum Lelang, DPUPR Klaim Bukan karena Terkendala Pembebasan Lahan

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Rencana proyek peningkatan jalan ring road Caruban, Kabupaten Madiun, belum terealisasi. Bahkan, kegiatan pelebaran ruas menuju Pasar Baru Caruban (PBC) itu belum masuk laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).

Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat beralasan persoalan itu tak terkait pembebasan lahan bakal lokasi proyek di Desa Buduran, Wonoasri. ‘’Pembebasan tahap administrasi, tapi kami tetap boleh melanjutkan bekerja,’’ kata Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun Heru Sulaksono Selasa (30/7).

Heru mengklaim, perencanaan proyek ini sudah beres. Tahapan itu dirampungkan bersamaan proses dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) mengakuisisi lahan dari ahli waris. Dokumen proyek itu juga sudah dikirimkan ke bagian administrasi pengadaan barang dan jasa setdakab. Tinggal menunggu pemenang rekanan pelaksana dan pengerjaannya. ‘’Komunikasi terakhir, proyek diunggah ke LPSE pekan ini,’’ ujarnya.

Meski sudah memasuki triwulan ketiga, DPUPR optimistis peningkatan jalan ring road senilai Rp 1 miliar ini tuntas akhir tahun. Timeline-nya berlangsung tiga bulan dan ditarget rampung akhir November. Dengan catatan bulan ini proses tender selesai. Sehingga awal September kontraktor pemenang bisa start bekerja. ‘’Tahapan peningkatan jalan nantinya box culvert, urukan, dan beton,’’ beber Heru.

Titik pelebaran berlokasi di sebelah utara jalur yang menikung dengan elevasi kurang dari 90 derajat. Ditingkatkan dengan lebar sekitar 10 meter. Panjang ke arah utara (menuju PBC) dan timur (ke arah Puspem Caruban) masing-masing 38 meter. Proyek ini membuat jalur baru yang ukurannya tidak jauh beda dengan lama. ‘’Peningkatan ini tujuannya menjadikan ring road dilewati dua arah. Kalau tidak dilebarkan, bahaya bagi kendaraan dari arah utara,’’ lanjutnya.

Pihaknya sengaja tidak membuat akses jalan baru dengan melakukan pemotongan. Menyisakan ruang kosong tepat di sudut menikung untuk dimanfaatkan menjadi taman atau hiasan lainnya. Alasannya, konsep itu mengganggu arus lalu lintas. Pun berisiko bagi pengguna jalan yang melaju dari arah timur. ‘’Kecenderungannya, pengendara dari arah timur ketika berbelok terlalu masuk ke ruas sebelah utara,’’ ucapnya seraya menyebut kalaupun dibuat taman lokasinya di selatan jalan.

Selain melebarkan, DPUPR juga akan membuat gorong-gorong di bawah jalan. Sebab, lokasi peningkatan terdapat irigasi pertanian yang tembus ke persawahan sebelah barat jalan. Agar air tetap mengalir, infrastruktur itu harus disediakan. ‘’Kalau tidak ada gorong-gorong, persawahan di barat jalan akan mati,’’ tandas Heru. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button