Madiun

Ring Road Barat Semakin Gawat

Sembilan bulan jalan, tujuh nyawa melayang di Ring Road Barat. Kecelakaan demi kecelakaan tak terhindarkan di ruas tanpa sekat pembatas antara kendaraan besar dan kecil tersebut.

………..

TEWASNYA seorang pengendara tertumbur bus Sugeng Rahayu Selasa lalu (24/9) memperpanjang rentetan kecelakaan maut di Ring Road Barat. Jalur sepanjang 5,2 kilometer itu lebih banyak dilintasi kendaraan besar. Baik yang bermuatan berat maupun bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang melesat dengan kecepatan di atas rata-rata.

Tak heran jika banyak pengendara roda dua waswas. Saat melintas, harus sering-sering menengok kaca spion, mengawasi jika ada kendaraan besar melesat cepat di belakangnya. ‘’Sering waswas kalau lewat ring road. Apalagi, saat disalip bus,’’ kata Very Setyawan, pengendara motor yang kebetulan melintasi ring road, Jumat (27/9).

Pernah suatu ketika Very sampai menepi keluar badan jalan. Lantaran bus yang hendak menyalipnya dari belakang melaju dengan kecepatan tinggi. ‘’Lebih baik minggir daripada kesambar,’’ ujarnya.

Kanit Laka Lantas Polres Madiun Kota Iptu Tri Wiyono mencatat ada 15 kecelakaan sepanjang tahun ini. Dari total itu, yang melibatkan bus berpenumpang ada tiga kejadian. ‘’Kecelakaan bus penyebabnya sama. Menghindari motor yang keluar dari gang,’’ katanya.

Akhir bulan lalu, bus menumbur pohon tepi jalan lantaran menghindari sepeda motor yang keluar dari gang. Serupa kejadian yang merenggut seorang nenek yang memboncengkan cucunya. ‘’Waktu itu sama bus juga, posisinya melintang di jalan,’’ ujarnya.

Awal Januari lalu, bus menabrak mobil dan median jalan. Gara-garanya menghindari motor yang keluar dari gang. Tri menyebut, rata-rata bus yang terlibat kecelakaan melaju dengan kecepatan di atas rata-rata 60 kilometer/jam. ‘’Ugal-ugalan,’’ sebutnya.

Kejadian lain melibatkan mobil dan sepeda motor. Tri mengungkapkan bahwa pengemudi merasa nyaman saat melintas di jalur tersebut. Selain jalannya cukup lebar, aspalnya juga mulus. ‘’Tentu ini yang harus disadari pengguna jalan untuk berhati-hati dan waspada serta menaati peraturan,’’ tuturnya.

Untuk titik rawan, Tri belum dapat memastikan. Hanya, kecelakaan sering terjadi di utara flyover dekat SPBU. Apalagi di titik tersebut terdapat median jalan terputus untuk putar balik kendaraan. Pun, pengendara dari arah utara sering menyeberang melewati titik tersebut kemudian lawan arah untuk masuk ke gang yang ada di seberang jalan. ‘’Menjadi atensi tersendiri,’’ ucapnya.

Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Budi Cahyono pekan ini akan mengumpulkan pihak terkait yang tergabung dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ). Guna membahas dan mengkaji serta menemukan solusi untuk mencegah kecelakaan di Ring Road Barat. ‘’Kawasan ini memang rawan kecelakaan,’’ tegasnya seusai meninjaunya Kamis (26/9).

Goal dari pertemuan untuk menekan angka kecelakaan di jalur maut tersebut. Pihaknya memastikan pembahasan klir dan menemukan solusi pekan ini. Kecelakaan Selasa lalu, kata Budi, disebabkan kurangnya kehati-hatian pengendara motor yang terlalu memotong ke tengah jalan usai keluar dari gang. Sehingga menyebabkan bus banting setir hingga menabrak tiang lampu dan median jalan. ‘’Tapi, bus juga melaju kencang usai turunan flyover. Jadi, perlu ditindak tegas,’’ katanya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close