Madiun

Ribuan Pedagang Pasar Tradisional di Madiun Tutup Lapak

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Dampak pandemi Covid-19 pada sektor perekonomian begitu luar biasa. Hingga kini, separo pedagang pasar tradisional di Kabupaten Madiun terpaksa menutup lapak mereka. Geliat jual-beli belum pulih benar seperti sebelum pandemi. ‘’Dampak pandemi sangat terasa di sini,’’ kata Mustaqfir, ketua Paguyuban Pedagang Pasar Mlilir, Dolopo, Kamis (30/9).

Menurut Dhofir, sapaan akrabnya, penurunan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari 4 ke 3 membuat Pasar Mlilir sedikit lebih ramai. Kendati demikian, intensitas transaksi masih 50 persen dibanding kondisi normal sebelum pandemi. ‘’Dulu, pasar masih ramai sampai pukul 13.00 dari buka pukul 05.00. Sekarang, pukul 10.00 sudah tidak ada orang,’’ ungkapnya.

Selain sepi pembeli, deretan kios dan lapak yang lama tak dijamah pemiliknya turut menambah lengang Pasar Mlilir. Masih banyak pedagang yang memilih tidak berjualan karena sepi pembeli. Dhofir menyebutkan, sekitar 20 pedagang los tak beraktivitas selama pandemi Covid-19.

Dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakop-UM) setempat tidak bisa mengelak dari fakta ini. Bahkan, organisasi perangkat daerah (OPD) itu mendata separo dari total pedagang yang terdaftar di 20 pasar daerah tidak aktif berniaga. ‘’Total pedagang yang terdaftar 4.620 orang, yang buka di masa pandemi ini 2.269,’’ kata Kabid Pasar Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Raswiyanto.

Angka tersebut muncul dari hasil pendataan pekan keempat September ini. Terdapat 2.351 pedagang tak berjualan hingga bulan ini. Kendati demikian, Raswiyanto menampik ribuan pedagang tersebut gulung tikar. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button