Ponorogo

Reyog Butuh Panggung Layak

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Cabup Sugiri Sancoko menilai seni budaya lokal modal besar menarik wisatawan ke suatu daerah. Bali dan Jogjakarta, contohnya. Sehingga, harus dikelola dengan baik. ‘’Bupati Ponorogo harus memahami esensi kesenian tersebut. Reyog yang adiluhung ini tidak cukup hanya dipentaskan tanpa ditonton wisatawan,’’ ujarnya.

Dia menilai, gebyak reyog setiap tanggal 11 kurang efektif. Menurut dia, reyog harus dipentaskan setiap hari di tempat berbeda. ‘’Namanya seniman, kalau tidak ditonton hanya akan bertarung melawan diri sendiri,’’ kata cabup nomor urut 1 itu.

Ruang pementasan yang layak juga dibutuhkan. Sugiri berangan Ponorogo punya kompleks seni budaya yang dilengkapi panggung pertunjukan, galeri, dan museum. Agar wisatawan bisa belajar sejarah dan hal lain tentang reyog. ‘’Ini penanda yang penting bagi daerah. Selain sebagai tempat pertunjukan, juga sarana edukasi wisatawan dan anak cucu kita kelak,’’ terangnya.

Cabup Ipong Muchlissoni menilai kekayaan utama pariwisata Ponorogo adalah seni budaya. Selain reyog, benyak kesenian yang juga lestari. Seperti jaranan thek, gajah-gajahan, dan wayang kulit. Persoalannya, kalender event seni budaya kurang maksimal. ‘’Harus ada kalender yang jelas. Supaya memiliki daya tarik wisatawan,’’ kata Ipong.

Upaya pelestarian dan pengembangan harus berjalan baik. Terutama melalui Yayasan Reyog Ponorogo (YRP). Pemkab wajib mendukung penuh. ‘’Pelaku seni perlu diperhatikan. Termasuk melalui pembinaan, pendidikan, dan pelatihan,’’ ujar cabup nomor urut 2 itu.

Ipong juga sepakat Ponorogo butuh ruang pementasan yang layak. Sejauh ini, hanya gedung kesenian yang sudah uzur dan panggung utama alun-alun sebagai venue event seni budaya berskala besar. Ke depan, perlu dibangun gedung berkelas nasional lengkap dengan museum dan galeri. ‘’Karena gedung kesenian yang ada sudah cukup tua dan akustiknya juga kurang modern,’’ sebutnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button