Ponorogo

Reyog Buru Pengakuan UNESCO

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Bisa jadi prestasi di era kepemimpinan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Kesenian reyog kembali memburu pengakuan dunia sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage). Sugiri sekalian mendaftarkan Ponorogo sebagai kota kreatif ke jejaring UNESCO. Sekali dayung ingin dua pulau langsung terlampaui. ‘’Reyog sudah pernah didaftarkan ke UNESCO tahun 2010 dan 2016, tapi tidak kunjung mendapat jawaban,’’ kata Sugiri, Kamis (30/9).

UNESCO adalah organisasi internasional di bawah PBB yang mengurusi semua hal berhubungan dengan pendidikan, sains, serta kebudayaan. Upaya Sugiri tampaknya mulai bersambut ditandai Dirjen Kebudayaan Kementerian dan Kebudayaan (Kemendikbud) menugaskan timnya ke Ponorogo beberapa hari terakhir. ‘’Dirjen Kebudayaan mendukung penuh agar reyog mendapat pengakuan UNESCO. Kami persiapkan selama satu tahun, baik kajian akademik maupun variabel lainnya, termasuk keabsahan,’’ terang Sugiri.

Bupati optimistis syarat yang dipatok UNESCO bahwa reyog harus dimainkan dan dinikmati di 10 negara bakal terpenuhi. Kesenian khas Ponorogo itu kerap tampil di belahan negara Asia Tenggara. Kini mulai merambah Jepang, Korea, dan Amerika. Selain itu, perajin reyog dan beragam pernik lainnya pantas pula menjadi modal pengakuan Ponorogo sebagai kota kreatif. ‘’Kami punya budaya yang adiluhung,’’ yakinnya. (tr2/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button