Madiun

Retribusi Pasar di Kota Madiun Bakal Didigatilasi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sistem retribusi berbasis elektronik bakal diberlakukan di sejumlah pasar di Kota Madiun. Pihak dinas perdagangan menargetkan pada Agustus mendatang sistem tersebut sudah bisa dijalankan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi mengatakan pihaknya berencana membuat satu platform besar yang di dalamnya ada elektronik retribusi, elektronik perdagangan, dan marketplace. Dari total 18 pasar, belum semua bisa didigitalisasi tahun ini. Pilot project-nya Pasar Besar Madiun (PBM) dan Pasar Sleko. ‘’Ke depan tidak menutup kemungkinan semua pasar bisa terealisasi secara bertahap,’’ ujarnya, Kamis (20/5).

Sejumlah kendala harus diatasi untuk menuju proses digitalisasi tersebut. Dimulai dari data awal yang harus teregistrasi secara keseluruhan. Yakni, data pemilik bedak atau kios dan lainnya. Data tersebut harus benar-benar fixed. Pun bisa dipastikan dan dipertanggungjawabkan. Saat ini ada beberapa data yang belum lengkap. Hak sewa juga ada yang berubah. ‘’Jadi, ini sekaligus mendata NIK-KTP. Apalagi pedagangnya juga banyak, terlebih di PBM. Tapi tetap kami maksimalkan,’’ tuturnya.

Ansar menyebut, digitalisasi ini merupakan proyek jangka panjang. Sehingga, jika tahun ini terealisasi tetap masih melalui proses sosialisasi. Sebab, tidak serta-merta berubah. Perubahan dari manual menuju digital butuh proses. Minimal uji coba lebih dulu. ‘’Kalau dulu bayar Rp 2.000, saat berubah digital bentuk uangnya menjadi elektronik. Nah, ini masyarakat harus lebih dulu dipahamkan,’’ terangnya. (irs/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button