AdvertorialMadiun

Rizkhy-Renny, Kakang-Mbakyu Kota Madiun 2019

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jawaban mantap menyikapi maraknya informasi hoaks dan cara mengatasi polusi udara mengantarkan Zahrudin Rizkhy Effendy serta Fransisca Renny menjadi Kakang-Mbakyu 2019. Keduanya bakal mewakili Kota Madiun di ajang pemilihan Raka-Raki Jatim. ‘’Yang terpilih adalah yang terbaik dari terbaik,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi dalam acara di Ballroom Sun Hotel pada Sabtu malam (28/9) itu.

Sebanyak 20 finalis telah dinilai sejak seleksi. Meski begitu, penentuan pemenang berlangsung ketat. Syahendra Bagus Wijaya, Ndaru Handian, Moch. Ronny Darmawan, Ahmad Laroibafih, dan Zahrudin Rizkhy Effendy menjadi peserta yang dipilih juri masuk lima besar Kakang 2019.

Sedangkan, mereka yang masuk lima besar Mbakyu 2019 adalah Sonia Eka Cahyani, Namira Kirana Djatmiko, Fransisca Renny, Nindya Cahya Gandhi, dan Sonya Sevynandia. Mereka diminta mengambil pertanyaan secara acak. Jawaban mereka menjadi pertimbangan juri untuk menentukan siapa yang menjadi juara.

Hasilnya, juri memutuskan Zahrudin Rizkhy Effendy dari Politeknik Negeri Madiun (PNM) dan Fransisca Renny dari Unika Widya Mandala Madiun menjadi Kakang-Mbakyu 2019. Keduanya menggantikan pendahulunya, Asmawi Anwar dan Adine Almira. Sementara itu, Moch. Ronny Darmawan dan Nindya Cahya Gandhi dinobatkan sebagai Kakang-Mbakyu Persahabatan 2019.

Maidi berharap mereka yang terpilih menjadi Kakang-Mbakyu dapat membantu mempromosikan Kota Madiun ke masyarakat luas. Apalagi, saat ini pemkot sedang getol-getolnya mengenalkan seni, budaya, wisata, serta kuliner yang ada di Kota Madiun untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Karena itu, dia mendorong disbudparpora untuk menetapkan program dan target kepada duta wisata. Program itu harus riil dan bisa diterapkan. ‘’Ini harus punya target. Jangan asal formalitas melaksanakan, tapi tidak punya target,’’ ujar mantan sekda Kota Madiun itu.

Sebagai bentuk apresiasi, Maidi menjanjikan pemberian beasiswa kuliah di Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) atau Politeknik Negeri Madiun kepada mereka yang menjadi juara. Bahkan, berpeluang diusulkan menjadi tenaga kontrak di disbudparpora. ‘’Dengan demikian, peserta yang ikut semakin banyak dan kompetitif,’’ tuturnya.

Pejabat kelahiran Magetan itu juga meminta disbudparpora berani memasang target duta wisata Kota Madiun menjadi Raka-Raki Jatim. Dengan begitu, perlu dipersiapkan program khusus bagi mereka yang terpilih sebagai Kakang-Mbakyu. ‘’Apa yang menjadi standar (penilaian) harus disiapkan,’’ ujar Maidi.

Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agoes Purwowidagdo mengatakan, ada beberapa aspek penilaian yang menjadi penentu pemenang Kakang-Mbakyu. Selain harus tampan dan cantik, mereka dituntut mempunyai kecerdasan dan atitude yang baik. ‘’Pemilihan Kakang-Mbakyu ini bukan seperti kontes kecantikan. Tapi, lebih mengedepankan talenta dan kecerdasan,’’ jelasnya. (her/c1/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button