features

Rena Meta Wardhani Pahlawan Air Susu Ibu

Tiap Periodisasi Menyusui Selalu Update Data Bayi

Bukan maksud bunda enggan menyusui, apa daya air susu ibu (ASI) tak lancar. Problem ini menggugah hati Rena Meta Wardhani untuk berbagi ASI sepanjang tiga kali masa menyusui. Dia menjadi pahlawan bagi puluhan bayi selama tiga kali masa menyusui.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

RENA memutuskan menjadi pendonor ASI sejak kelahiran anak pertamanya, 2012 silam. Dia mantap bergabung dalam Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Dari sana pula, dia mendapat banyak pencerahan seputar manajemen ASI eksklusif. ‘’ASI berlimpah sampai kulkas di rumah tidak menampung,’’ ujarnya.

Ketika kebutuhan ASI anaknya telah tercukupi, stok masih berlebih. Sadar betapa pentingnya ASI, Rena sayang membuangnya. Dia lantas berbagi informasi lewat grup Facebook yang diikutinya. ‘’Setelah posting informasi, langsung dikontak seorang ibu yang sangat membutuhkan. Sejak saat itu saya aktif menjadi donor ASI. Gratis,’’ kata warga Perumahan Griya Kita, Winongo, Manguharjo, itu.

Jiwa sosial istri Widya Pranoko itu tidak pudar hingga kelahiran anak ketiganya. Sampai kini, sudah 22 bayi yang telah mendapatkan donor ASI-nya. ‘’Ada 10 bayi yang bareng anak pertama, sembilan bayi bareng anak kedua, dan tiga bayi bareng anak bungsu,’’ tuturnya.

Bukan hanya warga dalam kota yang menerima donor Rena. Bahkan, sekali kirim ke luar kota, ibu 35 tahun itu biasa kirim 10-20 botol. Per botol kisaran ukurannya 100-120 mililiter (ml) yang dikemas cooler box. ‘’Bagi yang rumahnya Madiun Raya, biasanya datang langsung ke rumah. Sidoarjo, Malang, Solo, Jogjakarta, dititipkan agen perjalanan,’’ terangnya.

Karena yang didonorkan ASI, volumenya pun ditakar secara alami. Saat kelahiran anak pertama, sekali pompa bisa menghasilkan 400 ml. Saat kelahiran anak bungsu volumenya 200 ml. ‘’Sampai sekarang ini saya masih mendonor. Anak saya yang ketiga ini berusia 14 bulan,’’ ujarnya.

Karena Islam melarang pernikahan saudara sepersusuan lantaran menjadi terikat kekerabatan, Rena rajin meminta data bayi dari orang yang menerima donornya. Setiap periode menyusui, dia selalu update database anak yang telah menerima donornya lalu dibagikan kepada orang tua bersangkutan. ‘’Sepemahaman saya, semua bayi sepersusuan itu tidak boleh menikah,’’ pungkasnya. * (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close