Ngawi

Relokasi Sementara Pedagang Pasar Besar Ngrawi Selama Revitalisasi

‘’Jadi, mobil sudah tidak bisa parkir lagi di situ (Jalan Sultan Agung, Red).’’ Budi Sulistyono, Bupati Ngawi

———————————

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana relokasi pedagang Pasar Besar Ngawi (PBN) tak berubah. Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono tetap menginginkan pemindahan selama proses revitalisasi tahun depan tak jauh dari lokasi PBN. ‘’Ada beberapa ruas jalan yang akan digunakan. Tidak boleh terlalu jauh,’’ kata Kanang Minggu (6/10).

Menurut Kanang, relokasi pedagang kemungkinan besar dilakukan awal tahun depan. Meski demikian, persiapannya perlu dilakukan sejak sekarang. Termasuk perencanaan lokasi untuk menampung pedagang yang mencapai hampir 1.000 orang itu. ‘’Yang penting jangan sampai mengganggu kendaraan proyek,’’ ujarnya.

Terkait rencana relokasi di Jalan Sultan Agung, Kanang menyebut tidak masalah. Sebelumnya dinas perhubungan (dishub) setempat sempat menyampaikan tidak akan mengeluarkan analisis dampak lalu lintas (amdal lalin) untuk ruas jalan tersebut. ‘’Memang benar, makanya kami minta hanya satu sisi,’’ imbuh Kanang.

Menurut dia, nanti tempat parkir mobil di sisi timur bakal ditiadakan. Fungsinya sebagai pasar penampungan sementara. Sedangkan sisi barat kendaraan tetap dapat melintas. ‘’Jadi, mobil sudah tidak bisa parkir lagi di situ (Jalan Sultan Agung, Red),’’ jelasnya.

Kapan relokasi dilakukan? Kanang belum bisa memastikan. Saat ini proyek revitalisasi PBN sudah diajukan ke Kementerian Perdagangan. Jika direalisasikan tahun depan, sebelum direvitalisasi pasti semua pedagang harus direlokasi dulu. ‘’Kalau relokasi anggarannya dari APBD, jadi mulai awal tahun sudah bisa dilakukan,’’ paparnya.

Untuk revitalisasi PBN pihaknya mengajukan anggaran Rp 80 miliar. Konsepnya tetap mempertahankan pasar tradisional. Yakni, menggunakan los terbuka di dalam dan kios di luar. Sedangkan relokasi pedagang, anggaran yang disiapkan daerah sekitar Rp 1 miliar.

Kabid Lalu Lintas Dishub Ngawi Putut Yuliarto belum tahu keinginan bupati soal relokasi di Jalan Sultan Agung. Dia belum koordinasi dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) dan dinas perindustrian perdagangan dan tenaga kerja (DPPTK). ‘’Bisa saja informasi yang diterima Pak Bupati seperti itu, seperti rencana awal,’’ katanya.

Sebelumnya dishub tidak akan mengeluarkan amdal lalin jika relokasi di Jalan Sultan Agung. Pertimbangannya, ruas jalan tersebut ramai dan banyak toko. Dikhawatirkan bakal mengganggu aktivitas perdagangan setempat. ‘’Kepastiannya kami akan menunggu hasil rapat lintas-OPD,’’ ujarnya.

Jika relokasi tetap di Jalan Sultan Agung, juga tidak masalah. Namun, pasti ada kebijakan pengaturan arus lalu lintas di jalan itu. ‘’Nanti kami akan berupaya mengaturnya (lalu lintas, Red), bisa saja ada rekayasa lalu lintas,’’ jelasnya. (tif/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close