Ponorogo

Relokasi SDN 2 Tugurejo Butuh Rp 7 M

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo sudah merampungkan site plan SDN 2 Tugurejo, Slahung. Pun sudah disodorkan kepada tim percepatan relokasi. Mereka ditargetkan merampungkan kajian satu bulan setelah tim dibentuk Februari lalu. ‘’Kami sudah membuat site plan sesuai aturan yang ada,’’ kata Kabid Pembinaan SD Dindik Ponorogo Imam Muslihin Rabu (4/3).

Tim percepatan relokasi SDN dan warga Tugurejo dibentuk setelah Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni meninjau kerusakan sekolah tersebut 9 Februari lalu. Kala itu, tim diminta mempersiapkan segala hal terkait kebijakan relokasi. Mulai menyusun skema terbaik, menyesuaikan anggaran, hingga mengkaji aturan yang ada. Tim juga sudah menerima rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.

Rencananya, SDN 2 Tugurejo akan dipindahkan ke Dukuh Krajan desa setempat. Di lokasi baru, bangunan SDN tersebut terdiri enam ruang kelas untuk siswa kelas I hingga VI, serta berbagai prasarana lain. Antara lain, ruang guru, perpustakaan, toilet, dan musala. Juga bangunan taman kanak-kanak (TK) di kompleks SDN tersebut. ‘’TK ini fungsinya sebagai penyangga SDN 2 Tugurejo. Lulusan TK masuk ke SD tersebut,’’ terang Imam.

Desain sekolah, lanjutnya, telah mengacu aturan pemerintah pusat. Berbagai spesifikasi ruang sebagaimana petunjuk pusat telah diaplikasikan dalam desain tersebut. ‘’Ukuran ruang kelas, ruang guru, dan kelengkapan yang harus ada sudah kami sesuaikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud),’’ jelasnya.

Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 7 miliar. Selebihnya jadi wewenang tim percepatan yang diketuai Wabup Soedjarno untuk memutuskan site plan. Dindik sudah berupaya cepat menyusun desain sekolah yang akan direlokasi tersebut. Mengingat pemindahan sekolah jadi prioritas. Setelah itu, baru relokasi warga yang tinggal di zona merah. ‘’Sesuai aturan, hitung-hitungannya senilai itu. Belum termasuk prasarana di luar sekolah,’’ ungkapnya. (naz/c1/sat)

Akses ke Lahan Relokasi Jadi Prioritas

HASIL rapat sementara tim percepatan menyepakati pembangunan akses menuju lahan relokasi jadi prioritas untuk segera direalisasikan. Sebab, kondisinya belum memadai untuk dilalui kendaraan. Itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Tugurejo Siswanto setelah dipanggil ke ruang kerja Wabup Soedjarno pekan lalu.

Siswanto mendapat informasi bahwa site plan dari dindik untuk relokasi SDN 2 Tugurejo telah disusun. Dia juga dimintai pendapatnya perihal desain tersebut. ‘’Tentu saja kami sangat menyambut positif,’’ kata Siswanto Rabu (4/3).

Menurut dia, akses ke lahan relokasi memang perlu diperbaiki. Kondisi saat ini hanya berupa jalan setapak dengan lebar sekitar dua meter. Sementara, berdasarkan kajian dinas pekerjaan umum, perumahan, dan kawasan permukiman (DPUPKP) perlu dilebarkan jadi empat meter.

‘’Pemerintah desa (pemdes) diminta ambil bagian mengupayakan pembebasan lahan secara swadaya. Kami sudah koordinasi dengan badan permusyawaratan desa (BPD). Hasilnya akan segera kami siapkan,’’ terang Siswanto.

Nantinya, untuk akses jalan perlu pembebasan lahan sepanjang 750 meter. Sementara lahan relokasi SDN 2 Tugurejo, TK, dan permukiman warga seluas 2,6 hektare. Siswanto masih menunggu keputusan tim percepatan relokasi. ‘’Terutama terkait langkah yang perlu dilakukan desa,’’ pungkasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close