Madiun

Relokasi Pasar Bunga Terlalu Lama Mewacana

MADIUN – Relokasi pasar bunga terlalu lama mewacana. Sejatinya, kabar pindahan pasar di selatan Stadion Wilis itu telah mengemuka sejak Jilid I masa kepemimpinan Bambang Irianto–Sugeng Rismiyanto. ‘’Petugas pajak yang setiap bulan ke sini juga sering bilang mau dipindah,’’ kata Eko Widyo Utomo, ketua paguyuban pedagang setempat.

Kabar yang santer terdengar, lokasi pasar bunga akan dipindah permanen. Sejumlah pedagang berharap itu menjadi pindahan terakhir. Setelah pindah untuk ketiga kalinya.

Pertama dipindah ke depan stadion pada 1974 silam. Enam tahun kemudian dipindah lagi ke sisi selatan stadion. Pada 2003, dari sisi selatan bergeser ke belakang stadion sampai sekarang. ‘’Masa pindahan itu sejak Bapak saya masih jualan bunga,’’ ujarnya.

Dia pun berharap pemindahan permanen nanti juga dilengkapi fasilitas penunjang. Seperti tempat bongkar muat, musala, dan mandi cuci kakus (MCK). ‘’Di sini sempit. Pembeli kesulitan parkir,’’ keluhnya.

Untuk fasilitas penerangan selama ini, pedagang urunan. Pengadaan belasan lampu dua tahun terakhir itu bersumber dari swadaya. Pemasangan lampu yang dilakukan bertahap sejak 2014 itu menghabiskan biaya sekitar Rp 4 juta. ‘’Sebelumnya gelap gulita,’’ kenangnya.

Eko berharap, kelak kawasan baru bebas parkir. Selain untuk menepis kecemburuan antar pedagang, juga memudahkan pembeli. Kecemburan bisa terjadi ketika pembeli parkir di depan kios A namun beli bunganya di kios B.

Kabarnya, pasar bunga kelak bakal ditempatkan di Jalan DI Pandjaitan. Persisnya, di sisi utara kantor bersama pemkot. Namun, relokasi yang telah mewacana hampir sepuluh tahun terakhir itu paling cepat direalisasi dua tahun ke depan. Mengingat lahan bakal relokasinya masih belum siap.  (mg2/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close