Pacitan

Relawan Ramai-Ramai Cegah Penularan Hepatitis A

PACITAN – Kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A di Pacitan memunculkan keprihatinan dan simpati dari masyarakat. Guna mencegah wabah penyakit kuning ini semakin meluas, sekelompok masyarakat membagikan masker cuma-cuma di Terminal Bus Tipe A Pacitan Selasa (2/7).

Satu per satu penumpang yang hendak naik atau turun dari bus diberi penutup mulut dan hidung tersebut. Pun antiseptik dibagikan kepada para pedagang dan pengguna terminal lainnya. ‘’Kami mencoba bersama warga mengajak menjaga pola hidup sehat,’’ kata Ristanto Waluyo, koordinator aksi relawan peduli pemutusan hepatitis A.

Aksi tersebut digelar sejak dua hari terakhir. Sejumlah titik, baik wilayah terwabah maupun tempat lainnya, disambangi. Di antaranya wilayah Sudimoro, Ngadirojo, dan Tulakan yang wabahnya terbanyak. Pun wilayah Pacitan, seperti pasar, terminal, dan tempat ramai. ‘’Dengan masker ini kami mencoba agar warga sadar dan ingat untuk menjaga kebersihan diri,’’ ujarnya.

Sedikitnya lebih dari 3.000 lembar masker telah dibagikan. Mereka juga menyebar ribuan pamflet dan sosialisasi bahaya serta pencegahan hepatitis A. Mereka berharap upaya ini dapat memutus rantai penyebaran wabah penyakit kuning ini. Pasalnya, sejak dinyatakan KLB, jumlah penderitnya nyaris menyentuh angka 1.000. ‘’Rencananya beberapa tempat lain, seperti Pasar Arjowinangun dan Pasar Kebonagung, juga akan kami datangi,’’ tuturnya.

Tak hanya masyarakat umum, tim kesehatan dari Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Madiun Senin lalu (1/7) juga menggelar sosialisasi pencegahan penyakit hepatitis A. Puluhan anggota bintara pembina desa (babinsa) di Pacitan dikumpulkan untuk mendapat tata cara pemberantasan penyakit tersebut. ‘’Harapannya dengan babinsa yang tersebar di desa-desa akan besar pengaruhnya untuk memutus rantai KLB ini,’’ kata Komandan Denkesyah Madiun Letkol CKM Agung Tri Wahjuono.

Agung menyebut, meski bukan penyakit mematikan, namun sangat mengganggu kegiatan sehari-hari warga yang terpapar. Apalagi masa inkubasinya cukup lama. Sehingga, tak menutup kemungkinan jumlah penderita bakal terus bertambah. ‘’Para babinsa di koramil ini sebagai agen atau duta, minimal nanti bisa memberi sosialisasi cuci tangan yang betul dan tidak asal-asalan,’’ pungkasnya. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button