Ngawi

Relawan Demokrasi Blusukan THM

NGAWI – Sejumlah pekerja di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Ngawi pada Selasa malam (26/2) harus menunda sejenak pekerjaannya. Mereka yang berjumlah sekitar 20 orang itu menyempatkan diri mengikuti sosialisasi Pemilu 2019 yang disampaikan oleh relawan demokrasi. ‘’Sangat bermanfaat, menambah pemahaman kami tentang pemilu,’’ kata Cherrys, salah seorang pemandu lagu (PL).

Koordinator relawan demokrasi basis warga internet (warganet) Kundari Prisusanti mengatakan, pihaknya menyasar kalangan yang berpotensi golput. ‘’Di mana saja, tidak hanya tempat hiburan malam,’’ ujarnya kepada Radar Ngawi.

Ari -sapaan akrab Kundari Prisusanti- mengungkapkan, dari kegiatan sosialisasi itu diketahui tidak semua pekerja paham seputar proses pemilu. Termasuk jenis surat suara maupun cara mencoblos yang benar. ‘’Kebanyakan mereka tahunya hanya milih presiden dan wakil presiden. Kalau yang legislatif tidak tahu,’’ ungkap Ari.

Sementara itu, Koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Ngawi Eni Nurjanah menyatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam pemilu. ‘’Apakah itu pemandu lagu, warga binaan, maupun penyandang disabilitas, semuanya punya hak memilih. Mereka juga harus tahu pentingnya pemilu,’’ tegasnya.

Eni menambahkan, para relawan demokrasi terbagi menjadi sepuluh basis. Masing-masing memiliki sasaran berbeda. Mereka terus melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat hingga hari pencoblosan kelak. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button