Ngawi

Rekonsiliasi Aset 7 SDN Termerger Belum Tuntas

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tiga bulan pasca dimerger, rekonsiliasi aset sejumlah SDN tak kunjung usai. Mereka masih berkutat dengan pemisahan asal aset yang dimiliki masing-masing. Pergantian kepala sekolah (kasek) dituding jadi biang lambannya proses tersebut.

‘’Contohnya alat musik. Dari mana, APBD atau komite? Karena kepala sekolahnya baru, jadi tidak tahu dan harus ditelusuri,’’ ujar Kasubag Umum Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi Tri Yuni Widyawati Kamis (31/10).

Menurut Yuni, dari 16 SDN yang digabung beberapa waktu lalu, 9 di antaranya telah tuntas mendata tiap aset yang dimiliki. Termasuk menelusuri asal muasal aset tersebut. Sementara, tujuh sekolah sisanya seperti SDN Mengger 1 dan Pandean 1 masih berkutat dengan asal aset.

Selain permasalahan minimnya informasi, lanjut dia, banyaknya aset berkontribusi pada lambannya proses rekonsiliasi. ‘’Soalnya, jumlah aset seperti perabotan sekolah satu dan lainnya beda,’’ kata Tri kepada Radar Ngawi.

Sementara itu, sejumlah perabotan sekolah yang proses rekonsiliasinya telah klir mulai diboyong ke induk baru. Mulai meja, kursi, hingga buku koleksi perpustakaan untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM). ‘’Untuk pemindahan aset langsung diajukan ke kami (dindik, Red),’’ imbuhnya.

Tri menyebut, dari sembilan sekolah itu, hasil rekonsiliasi aset rata-rata mencapai Rp 30 juta hingga Rp 54 juta. Angka tersebut merupakan nilai aset yang bersumber dari ABPD. Sedangkan aset dari luar seperti sumbangan komite, pihaknya bakal membuat surat hibah agar dapat digunakan di sekolah induk.

Kepala Dindik Ngawi Abimanyu menambahkan, setelah dikosongkan, bangunan sekolah yang terkena merger bakal diserahkan ke desa setempat. Pasalnya, dibangun di tanah milik desa.

‘’Pemanfaatannya selanjutnya juga kami serahkan ke desa. Seperti di Grudo itu, kami dengar segera dimanfaatkan,’’ ungkapnya. ‘’Jika ada swasta yang ingin menggunakannya, pengajuan izinnya langsung ke pemkab, bukan ke dindik,’’ imbuhnya. (gen/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button