Magetan

Rekayasa Jalan Protokol Magetan Dikeluhkan Pedagang

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Perubahan arus lalu lintas di Jalan protokol Magetan dikeluhkan pedagang. Delapan hari penerapannya membuat pendapatan menurun. ‘’Kalau bisa dikembalikan seperti semula,’’ pinta Arief Djunaidy, koordinator Paguyuban Pedagang Magetan, Kamis (26/9).

Keluhan itu disuarakan para pemilik toko dan pedagang kaki lima yang biasa menjajakan makan di malam hari. Seperti yang biasa berjualan di Jalan Ahmad Yani maupun pelaku usaha di tengah kota, khususnya Jalan Diponegoro, dr Sutomo, Panglima Sudirman, dan Pahlawan. ‘’Biasanya semalam habis 20 porsi, sekarang tinggal setengahnya,’’ ujarnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Baru Eeb Syaifudin menyebut, perubahan arus lalu lintas ini belum memberikan dampak signifikan. Tak mengerek perekonomian selama uji coba seminggu terakhir. Sementara jembatan Gandong I menjadi satu jalur ke arah selatan saja, akses pedagang menuju pasar sedikit tersendat. ‘’Kebanyakan pedagang dari Parang, Ngariboyo, dan Lembeyan,’’ sebutnya.

Karenanya, Eeb berharap akses di jembatan Gandong I tetap bisa dilewati dua jalur. Pasalnya, perubahan jalur ini yang berubah hanya dari arah selatan. Pengguna jalan masih bisa melewati Jalan Sudirman, berbelok ke Jalan bali. Serta dari arah utara Jalan Yos Sudarso. ‘’Sebenarnya tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Toh, masih uji coba,’’ katanya.

Bupati Magetan Suprawoto mengapresiasi masukan dari para pelaku usaha. Semuanya dipandang sebagai kritik yang membangun. Keterlibatan masyarakat memang dibutuhkan agar memberikan dampak positif bagi tumbuhnya perekonomian di kawasan itu. ‘’Teknis kajiannya kami teruskan ke dishub. Juga, perlu melibatkan bagian perekonomian untuk membantu menganalisis,’’ ujarnya selepas audiensi dengan para pedagang Kamis (26/9). (fat/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close