Madiun

Regulasi Parkir Baru: Lancang Melanggar, Gembok-Derek Menanti

MADIUN – Selayaknya di kota besar, kendaraan yang berada di kawasan larangan parkir bakal digembok hingga diderek. Pun, masih ada denda sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu. ’’Kami sudah punya payung hukumnya,’’ kata Kabid Angkutan Darat Dinas Perhubungan Kota Madiun Imam Su’ardi.

Aturan tegas itu dituangkan dalam Perda Nomor 37 Tahun 2018. Ketentuan itu sudah diundangkan pada 9 Oktober lalu. Mulai bulan ini sampai Desember dilakukan sosialisasi. Dilanjutkan Januari penindakan, namun belum disertai denda. ’’Mulai Februari dan seterusnya ditindak tegas berikut denda,’’ ujarnya.

Dishub sudah mengirim surat berisi sosialisasi ke semua RT/RW di Manguharjo dan Taman. Dalam surat nomor 551/3635/ 401.112/2018 ada empat poin penting yang wajib dipahami. Di antaranya, masyarakat dilarang parkir di dalam ruang milik jalan. Seperti di atas trotoar, tikungan, zebra cross, dan tempat larangan parkir lainnya. Sanksinya penggembosan ban, penggembokan roda dengan denda Rp 100 ribu rupiah, dan penderekan plus denda Rp 250 ribu. ’’Kecamatan Kartoharjo belum, besok kami kirim secepatnya,’’ tutur Imam.

Sosialisasi juga berlanjut ke pemilik toko dan perusahaan. Pihaknya juga menanti surat dari sekda untuk dikirimkan ke organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Iman tak menampik muncul gejolak dari masyarakat. Utamanya, masyarakat yang kebingungan mencari lokasi parkir lantaran tempat parkir yang dituju terbatas. Atau, pihak toko dan perusahaan belum memiliki lahan parkir yang mumpuni. Sehingga masyarakat dan karyawan terpaksa parkir di trotoar. ’’Nanti lokasi parkir kami tata. Dari manajemen rekayasa lalu lintas masih melakukan inventarisasi titik-titik parkir yang padat. Selanjutnya dihitung estimasi parkir di titik tersebut berapa, disesuaikan dengan kebutuhan  masyarakat untuk meredam gejolak,’’ terangnya.

Imam menambahkan, pilot project aturan ini adalah kawasan alun-alun. Jika Madiun Square –nama lain alun-alun– dirasa mulai tertib, berlanjut ke kawasan parkir lainnya. Berkaca dari kota-kota besar lainnya yang lebih dulu menerapkan sanksi sejenis. Sanksi tegas tersebut cukup efektif memberikan efek jera bagi pelanggar. ’’Semuanya proses, butuh waktu, nggak bisa ujug-ujug,’’ ucapnya.

Kasi Angkutan Orang Dishub Kota Madiun Eko Setijawan menambahkan, pada titik parkir yang rawan pelanggaran akan dipasang banner dan spanduk untuk mengingatkan pengendara. Dalam melakukan penindakan, dishub menggandeng TNI dan kepolisian. ‘’Ada tanda pelanggarannya. Stiker, kertas laminating, atau portabel. Warna kuning untuk penggembokan, merah penderekan,’’ jelasnya.

Ananta Yogi, pemilik toko buah di kawasan Jalan Mastrip, mengaku waswas. Sebab, tokonya berimpitan langsung dengan bahu jalan. Sehingga, konsumen kedai buah terpaksa parkir di bahu jalan.

’’Sedangkan parkir di bahu jalan kan dilarang, ya mohon toleransi lah. Kalau enggak nanti bisa mengganggu kenyamanan pelanggan,’’ ujarnya.

Yogi mengaku belum pernah mendengar aturan tersebut. Dia berharap, sosialisasi untuk pemilik toko dan perusahaan segera disebar. Dia siap duduk bersama dengan pemkot dan pemilik toko lainnya agar ditemukan solusi yang tepat. ’’Biar sama-sama enak,’’ ucapnya. (mg2/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close