Pacitan

Redam Radikalisme, Kapolres Pacitan Ajak Ngobrol Petani dan Sambangi Kelompok Belajar Siswa

Radikalisme mirip korona. Gerakannya nyaris tak kasatmata. Apabila gagal mendeteksinya bakal membahayakan siapa saja. Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono blusukan ke pelosok desa menyuarakan bahaya paham ini.

ERWIN SUGANDA, Jawa Pos Radar Pacitan

TRAIL diparkirkan dekat pematang, ketika AKBP Wiwit Ari Wibisono berpapasan dengan seorang petani di Kebonagung. Petani bertopi cokelat itu pun turut menghentikan laju motor yang di jok belakangnya mengangkut rumput. Keduanya lalu berbincang di sekitar pematang seputar situasi desa setempat. ‘’Ngobrolnya ngalir saja. Tidak langsung menjurus radikalisme. Kalau sudah intens, baru kita sampaikan itu,’’ kata Kapolres, Kamis (1/4).

Sebisa mungkin, paham yang mengancam kesatuan dan persatuan bangsa ini diredam sampai akarnya. Mengingat radikalisme dapat muncul di mana-mana. Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mendatangi sekumpulan anak yang sedang belajar dalam jaringan (daring). Sembari menemani mengerjakan tugas sekolah, Kapolres juga menyelipkan pelajaran tentang agama. ‘’Dalam berbagai kesempatan, terus kita edukasi masyarakat. Komunikasi dengan 171 desa terus digiatkan,’’ tegasnya. *(her/fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button