Magetan

Rebutan Warisan, Lapor ke Polisi 

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Rizal Pahlevi, warga Desa Klagen Gambiran, Maospati, Magetan, lapor polisi. Gegaranya, tanah dan bangunan senilai Rp 500 juta hak warisnya disertifikatkan orang lain. ‘’Itu tanah mertua saya yang diserobot saudara tirinya,’’ kata Rizal Rabu (15/7).

Rizal menyebut, awalnya tanah itu milik nenek mertuanya. Setelah si nenek meninggal, kakeknya menikah lagi dengan janda beranak empat. Ternyata, tanah tersebut disertifikatkan istri kedua itu. ‘’Disertifikatkan atas nama anak-anaknya,’’ terangnya.

Tak terima, dia lapor ke Mapolres Magetan dan diterima kasatreskrim Rabu (15/7).  Pihaknya disarankan melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Pihak kepolisian menyebut pelanggaran semacam itu sulit dibuktikan. ‘’Kalau belum ada putusan PTUN, katanya belum bisa,’’ ungkap Rizal.

Sebelumnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga menyarankan hal yang sama. Dia menduga ada keterlibatan pemerintah desa (pemdes) dalam kasus ini. ‘’Katanya dulu petok D tanah sempat dipinjam pemdes, ternyata disertifikatkan,’’ kesalnya.

Terpisah, Kasatreskrim AKP Ryan Wira Raja Pratama membenarkan telah menyarankan pelapor melayangkan gugatan ke PTUN. Sehingga, proses hukumnya lebih mudah. ‘’Karena hasil putusan PTUN bakal memudahkan kami memproses hukum,’’ katanya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close