Ponorogo

Rebut Jenazah Suspect, Polisi Periksa Saksi yang Terekam di CCTV

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Masih saja terulang aksi rebut jenazah suspect Covid-19. Buntutnya selalu panjang hingga berujung perkara. Sebagaimana insiden di RSUD dr Harjono Ponorogo ketika sekelompok orang membawa pulang paksa jenazah Wasit, 68, warga Desa Lembah, Babadan, dengan mobil pribadi, Senin dini hari (3/5) sekitar pukul 02.30.

Peristiwa memilukan itu terekam di closed-circuit television (CCTV) milik rumah sakit pelat merah tersebut. Rekaman video amatir berdurasi 2 menit 53 detik yang mengabadikannya juga sempat viral di salah satu grup media sosial Facebook. Sempat terjadi adu mulut antara pembawa jenazah dan petugas RSUD. Polisi pun bergerak melakukan penyelidikan. ‘’Hasil monitoring ada warga dan oknum LSM (lembaga swadaya masyarakat, Red) mengambil paksa jenazah suspect Covid-19 itu,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis Kamis (6/5).

Dia menyayangkan insiden membahayakan itu terjadi. Penyidik sudah memeriksa pengunggah serta penyebar video tersebut. Sejumlah saksi menyusul menjalani pemeriksaan. Azis menegaskan bahwa tindakan penjemputan paksa jenazah suspect Covid-19 dengan mengabaikan protokol kesehatan (prokes) tidak bisa dibenarkan. Menilik kondisi pandemi yang mengkhawatirkan akhir-akhir ini, pemulasaraan jenazah suspect Covid-19 harus sesuai standard operating procedure (SOP) dari rumah sakit. ‘’Kami tangani kasusnya agar tidak terulang kejadian serupa di kemudian hari,’’ tegasnya.

Terpisah, Direktur RSUD dr Harjono Made Jeren membantah jika pihaknya lamban menangani pasien atas nama Tuan Wasit itu. Pasien awalnya menjalani perawatan di instalasi gawat darurat (IGD). Sebelum dipindah ke ruang rawat inap, ada tahapan deteksi paparan coronavirus lewat rapid test antigen. ‘’Hasil tes positif sehingga status pasien dinyatakan confirm. Sesuai prosedur, pasien harus dalam penanganan Covid-19,’’ terang Made Jeren.

Menurut dia, pasien mengalami sesak napas di IGD hingga nyawanya tidak tertolong. Petugas rumah sakit lantas berkomunikasi dengan keluarga almarhum untuk pemulasaraan jenazah dengan protokol kesehatan ketat. ‘’Rumah sakit dalam pemulasaraan jenazah suspect atau konfirmasi harus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 kabupaten. Di proses itu kami disangka menghambat proses kepulangan jenazah hingga akhirnya dibawa pulang paksa,’’ bebernya. (mg4/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button