Mejayan

Razia THM, 3 dari 37 Pemandu Lagu Positif HIV/AIDS

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Potensi penyebaran virus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun meluas ke tempat hiburan malam (THM). Setidaknya, tiga dari 37 pemandu lagu (PL) yang terjaring razia satu malam pada Selasa (24/12) dan Rabu (25/12) positif HIV/AIDS.

Fakta tersebut terungkap dari hasil tes sampel darah yang dilakukan dinas kesehatan (dinkes) setempat. ‘’THM memang riskan dalam penyebaran HIV/AIDS,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Amam Santosa Kamis (26/12).

Dinkes gabung dalam razia yang harus diulang karena dalam operasi pertama nihil menemukan minuman beralkohol (minol) tersebut. Petugas turut melakukan voluntary counselling and testing (VCT) kepada para lady escort. Salah satunya mengambil sampel darah untuk mengetahui kondisi terjangkit tidaknya HIV/AIDS. ‘’Hasilnya, tiga PL positif,’’ ungkapnya.

Amam menyebut, ketiga PL yang termasuk orang dengan HIV/AIDS (ODHA) itu bukan warga Kabupaten Madiun. Semuanya pendatang dari luar daerah. Terdekat adalah Kota Madiun. Temuan ODHA di THM adalah kejadian pertama yang ditemukan dinkes. ‘’Bukan penderita HIV/AIDS lama,’’ ujarnya.

Menyikapi temuan itu, dinkes telah berkoordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD). Dua lembaga itu sepakat memulangkan ketiga PL ke daerah asal masing-masing. Pemulangan tersebut dengan menyertakan surat keterangan bahwa yang terkait positif HIV/AIDS. ‘’Supaya mendapat penanganan yang tepat di daerah asal,’’ terang Amam.

Bagaikan fenomena gunung es, temuan kasus HIV/AIDS kabupaten ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Penderitanya mencapai 763 dengan 206 di antaranya sudah meninggal sejak pendataan 2002 silam. ‘’Sayangnya, yang kooperatif dan rutin berobat hanya 57 penderita,’’ sebutnya.

Menilik peningkatan penderita HIV/AIDS tersebut, Amam berharap ada penindakan terhadap tempat yang riskan sebagai jejaring penyebaran virus mematikan itu. Sehingga, jumlah penderita bisa ditekan. ‘’Tahun ini ada temuan 92 kasus baru,’’ tandasnya. (den/c1/cor)

33 Pemandu Lagu dari Luar Daerah

PEMKAB Madiun memulangkan 37 pemandu lagu (PL) hasil razia dari lima tempat hiburan malam (THM) Kamis (26/12). Puluhan peneman sing song itu diamankan dalam operasi dua hari satu malam. Yakni, Selasa (24/12) dan diulang Rabu (25/12).

Lady escort tersebut sempat menginap di mako satpol PP untuk proses pendataan dan pembinaan. ‘’Kebanyakan berasal dari luar daerah,’’ kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan.

Puluhan PL dipulangkan dalam dua tahap. Sebanyak 15 orang dikembalikan ke daerah asal masing-masing, Rabu. Sisanya dilaksanakan kemarin usai memperoleh pembinaan dari Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto. ‘’Dari pendataan, hanya empat warga Kabupaten Madiun. Lainnya dari Kota Madiun, Ngawi, Kediri, Boyolali (Jawa Tengah), dan Cianjur (Jawa Barat),’’ ungkapnya.

Danny menyebut, pembinaan itu berupa saran bekerja di tempat yang tidak bersinggungan dengan kemaksiatan. Juga mencari nafkah di tempat yang sudah memiliki izin. Sehingga nantinya tidak berurusan dengan petugas berwajib. ‘’Mereka telah diminta membuat surat pernyataan,’’ ujarnya.

Dia belum bisa memastikan penutupan sebagai tindak lanjut razia. Meski dalam operasi itu ditemukan barang bukti (BB) minuman beralkohol (minol). Keberadaan minuman memabukkan itu ilegal. Sebab, aturan main perdagangan dan penggunaan minol hanya diperbolehkan untuk izin usaha restoran. ‘’Sementara kami hentikan dulu operasi tempat hiburan itu sambil melihat ketentuan yang berlaku,’’ tuturnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close