Pacitan

Rawan Gerakan Tanah, 12 Kecamatan di Pacitan Tak Aman

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Ini alarm peringatan bagi masyarakat Pacitan terhadap potensi gerakan tanah (gertan). Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memetakan nyaris seluruh desa di 12 kecamatan rentan mengalami fenomena itu. ‘’Peta dari PVMBG menunjukkan warna ungu yang menandakan potensi tinggi gerakan tanah,’’ kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Diannitta Agustinawati Selasa (7/1).

Diannita menyebut, potensi gertan tertinggi hingga berujung longsor ada di Kecamatan Arjosari dan Tegalombo. Kecamatan lainnya punya potensi serupa walau tingkatannya tidak terlalu tinggi. Gertan berpotensi meluas seiring tingginya intensitas hujan yang turun. ‘’Karena pemicunya air hujan masuk ke sela-sela tanah yang retak,’’ ujarnya.

Kabupaten ini memang rentan gertan dan longsor. Jenis tanahnya adalah karst dengan karakteristik terdapat banyak rongga. ‘’Kalau di hutan banyak pohon, akan kuat menahan. Tapi sebaliknya, bisa sangat berpengaruh,’’ papar Diannita.

Dia mengimbau warga yang tinggal di pegunungan agar waspada. Bila hujan dengan intensitas tinggi mengguyur lebih dari tiga jam, mereka diminta segera mengevakuasi diri ke tempat yang dirasa aman. ‘’Karena itu, masyarakat harus paham dengan kondisi sekeliling rumahnya,’’ tuturnya seraya menyebut peta gertan PVMBG bisa berubah tergantung curah hujan. (mg2/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close