features

Raup Ratusan Juta dari Penjualan Anakan Janda Bolong

Bisnis tanaman hias masih menjanjikan. Itu seperti dirasakan Agung Triwinarto. Pria 57 tahun tersebut kini menggantungkan hidupnya dari budi daya jenis flora itu. Bagaimana kiatnya untuk mendapatkan keuntungan berlipat?

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

LAHAN seluas 1.200 meter persegi yang sudah dilengkapi paranet itu tampak dipenuhi ratusan tanaman hias. Mulai aglaonema, syngonium varigata, hingga monstera adansonii atau lebih dikenal dengan sebutan janda bolong. Sementara, beberapa orang sedang sibuk menangkarkan syngonium varigata.

Mereka mencacah bagian bonggolnya. Lalu, memasukkan ke dalam pot dan diberi pupuk kompos. ”Beli indukan, kemudian dicacah. Dari satu tanaman, setelah ditangkarkan bisa tumbuh sampai 75 batang,” ujar Agung Triwinarto, pemilik lahan budi daya tanaman hias itu.

Awalnya Agung membudidayakan tanaman hias sekadar untuk koleksi pribadi. Aktivitas itu dilakukan sejak September 2020 lalu. Memanfaatkan halaman samping rumahnya seluas 160 meter persegi. Tak disangka, belakangan ada warga yang tertarik membeli. ‘’Melihat ada peluang, kemudian saya jadikan ladang usaha. Modal awalnya dulu Rp 8,3 juta,’’ bebernya.

Pria 57 tahun tersebut sempat mendapat rezeki nomplok saat janda bolong sedang booming. Kala itu dia membeli jenis tanaman hias itu seharga Rp 250 ribu. Lalu, ditangkarkan. Dari anakan hasil penangkarannya saja, Agung mengantongi pendapatan sekitar Rp 170 juta. ”Saya hanya main feeling. Mana bunga yang sekiranya akan ngehit, saya beli dan kembangbiakkan,” kata warga Perum Jatiwangi Regency, Kelurahan Demangan, Taman, itu.

Pembeli tanaman hias hasil budi daya Agung berasal dari berbagai daerah. Mulai Ponorogo, Ngawi, Pacitan, Nganjuk, Surabaya, hingga Bandung. Sementara, harga yang dipatok bervariasi, mulai Rp 3.000 sampai Rp 6 juta. ‘’Bibitnya kebanyakan beli di Kediri, Tawangmangu, dan Jogjakarta,’’ ungkap suami Vandelina itu.

Bagi Agung, merawat tanaman hias terbilang mudah. Cukup disiram air secara rutin. Selain itu, diberi pupuk nonkimia dengan cara disemprot agar tumbuh subur. Salah satunya dari bahan urine kambing hasil racikannya sendiri. ”Alhamdulillah, usaha tanaman hias ini lumayan hasilnya,” ucap Agung. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button