Ponorogo

Raup Pendapatan Liburan Panjang

Optimistis Target PAD Telaga Ngebel Tercapai

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Jumlah pengunjung harian Telaga Ngebel diprediksi meningkat 20 persen. Seiring longgarnya aturan selama libur panjang kali ini. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo optimistis target pendapatan asli daerah (PAD) dari objek wisata andalan ini tercapai seratus persen. ‘’Lonjakan wisatawan akan berdampak langsung pada peningkatan capaian retribusi tiket masuk,’’ kata Kepala Disbudparpora Agus Sugiarto.

Hingga awal Oktober lalu, sumbangsih PAD Telaga Ngebel baru mencapai 75 persen. Atau sekitar Rp 1 miliar dari target Rp 1,9 miliar. Agus memprediksi, angka kunjungan meningkat sejak Rabu (28/10) hingga Minggu (1/11). ‘’Tidak ada kenaikan tarif tiket. Selain itu, akses ke Ngebel bagi wisatawan di eks Karesidenan Madiun cukup mudah,’’ bebernya.

Pemkab juga tidak melarang kunjungan wisatawan dari zona merah. Semua bebas mengunjungi destinasi di lereng Gunung Wilis tersebut. Meski demikian, upaya antisipasi persebaran Covid-19 tetap prioritas. ‘’Susah kalau melarang. Pergerakan orang dari zona merah atau bukan itu sulit dilacak,’’ ujarnya.

Upaya terpenting adalah penerapan sistem buka tutup. Di pintu-pintu masuk menuju Telaga Ngebel, disiapkan posko pengamanan petugas gabungan. Selain mengecek suhu badan dan kesiapan protokol kesehatan wisatawan, mereka juga membuka tutup pintu masuk. ‘’Jika jumlah wisatawannya sudah mencapai sekitar 50 persen dari kapasitas, sementara ditutup. Kalau sudah mulai berkurang, dibuka lagi,’’ terangnya.

Pemkab juga mengimbau pelaku usaha di Ngebel menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara tegas kepada wisatawan. Demi mencegah penularan Covid-19. ‘’Satgas Covid-19 secara berkala juga mengontrol. Setiap saat wisatawan diminta disiplin prokes,’’ kata Agus. (naz/c1/sat)

Bebas Pelesiran asal Tetap Waspada

TIDAK ada larangan ketat bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk bepergian ke luar daerah selama libur panjang. Bebas, tapi tetap waspada. ‘’Langkah antisipasi memutus mata rantai persebaran Covid-19 sudah dilakukan,’’ kata Sekda Ponorogo Agus Pramono.

Pemkab mengimbau melalui Surat Edaran (SE) Nomor 440/2767/405.00/2020 per Senin (26/10). Ada 10 poin yang harus diperhatikan supaya liburan tidak berujung peningkatan kasus Covid-19. ‘’Ini sesuai petunjuk pemerintah pusat,’’ ujarnya.

Poin penting pertama, tetap di rumah dan tidak pelesiran ke luar daerah. Pertimbangannya, ada potensi bencana dampak fenomena perubahan cuaca. ‘’Selama libur dan cuti bersama, sedapat mungkin di rumah sambil menyiapkan diri dan lingkungan dari potensi bencana hidrometeorologi,’’ paparnya.

Jika terpaksa, agar melakukan rapid test atau tes polymerase chain reaction (PCR). Menyesuaikan aturan moda transportasi yang digunakan. Beberapa operator bus dan kereta api diketahui mewajibkan tes tersebut. ‘’Kalau reaktif atau positif, harus karantina mandiri,’’ tegasnya. Sepulang dari perjalanan diharapkan kembali melakukan tes yang sama. ‘’Untuk memastikan pelaku perjalanan tetap negatif Covid-19,’’ imbuhnya.

Agus juga minta semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) memonitor aktivitas para pegawai. Pun wajib melaporkan perkembangan situasi dan langkah antisipasi yang telah dilakukan kepada bupati. ‘’Selanjutnya akan dilaporkan kepada gubernur dan Menteri Dalam Negeri. Jadi, langkah antisipasi ini menyeluruh dari pusat sampai daerah,’’ ujarnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button