Madiun

Ratusan Pohon Ayaman Tepi Jalan Protokol Kota Madiun Ditebang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan pohon ayaman tepi jalan protokol di Kota Madiun ditebang. Lantaran adanya pekerjaan rehabilitasi saluran di beberapa titik jalan. Mulai Jalan Soekarno Hatta, Jalan Kampar, Jalan Kapuas, dan Jalan Campursari. Kendati demikian, pemerintah kota (pemkot) setempat telah menyiapkan pohon pengganti usai pelaksanaan perbaikan rampung.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Dodo Wikanuyoso mengatakan, khusus rehabilitasi saluran di Jalan Soekarno Hatta dilakukan untuk mengatasi genangan air di sepanjang jalan tersebut. Proses perbaikan berlangsung mulai bulan lalu dan diperkirakan selesai sekitar November hingga Desember mendatang. ’’Jalan juga kami tutup separo untuk sementara,’’ kata Dodo.

Dodo menjelaskan, untuk memperlancar proses pekerjaan, separo ruas jalan ditutup untuk sementara. Pengendara yang hendak melintas di jalur tersebut diharapkan cukup bersabar. Jika hendak ke arah kota, disarankan ambil arah Jalan Serayu. ’’Kami sudah memperkirakan berapa hari ruas jalan tersebut ditutup sementara,’’ lanjutnya.

Diperkirakan penutupan dilakukan maksimal tujuh hari untuk pekerjaan penutupan cor beton. Pun untuk pemasangan box cover pihaknya juga harus melakukan penebangan pohon ayaman tepi jalan. Pohon yang ditebang tersebut bakal diganti usai pekerjaan perbaikan selesai. ‘’Kita ganti sesuai petunjuk Pak Wali Kota (Maidi, Red),’’ ungkapnya.

Kabid Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Dinas Perkim Kota Madiun Aang Mahendra Budiono menyebutkan, sedikitnya ada sekitar 300 pohon yang ditebang. Tersebar di sejumlah titik lokasi rehabilitasi saluran. ’’Dinas PUTR mengajukan izin dan permintaan, kami setujui dan bantu untuk menebang pohon di lokasi rehabilitasi saluran,’’ kata Aang.

Pohon yang sudah ditebang bakal diganti usai pengerjaan proyek rampung. Itu sesuai dengan aturan dan ketentuan teknis penebangan pohon ayaman tepi jalan. Aturan tersebut juga berlaku untuk seluruh warga di Kota Pendekar. ‘’Kami kirimkan alat dan personel untuk membantu,’’ lanjutnya.

Pihaknya mengirimkan dua truk dan satu crane untuk membantu penebangan pohon. Total petugas yang diterjunkan sekitar 15 personel. ’’Tentu sudah izin dan itu adalah permintaan. Jadi, penebangan itu tidak boleh asal dilakukan, harus ada izin terlebih dahulu,’’ ungkapnya.

Dia menjelaskan, penebangan pohon ayaman tepi jalan harus mengantongi izin. Jika tidak berizin maka termasuk tindak pidana ringan (tipiring). Pun dikenai denda maksimal Rp 50 juta. Seperti tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Madiun 18/2018 tentang Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau. ‘’Ini sekaligus imbauan kepada warga bahwa penebangan pohon tepi jalan harus mengantongi izin,’’ tegasnya. (mg7/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close