Magetan

Ratusan Pendaki Antre di Cemoro Sewu

Naik Puncak Lawu Dibatasi 800 Orang

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pendaki puncak Lawu via Cemoro Sewu harus antre untuk mendapatkan tiket masuk. Mereka juga harus menandatangani surat pernyataan untuk mematuhi peraturan. Ini merupakan kebijakan Perhutani yang membatasi jumlah pendaki. ‘’Sehari maksimal 800 orang,’’ kata Mandor Wisata Perhutani KPH Lawu Selatan Ds Paijo Minggu (16/8).

Sampai pukul 10.30 kemarin, sekitar 700 pendaki sudah muncak. Mereka kebanyakan datang Sabtu (15/8). Sehingga, harus menunggu giliran naik Minggu. Mereka pun harus menginap di base camp Cemoro Sewu atau penginapan sekitar. ‘’Kami sudah arahkan antre sesuai protokol pencegahan Covid-19,’’ jelasnya.

Paijo menyebut, total pendaki yang sudah muncak sekitar 1.400 orang. Sebagian sejak Sabtu pagi. Itu pun sudah antre sejak Jumat sore (14/8). Biasanya para pendaki menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI di puncak. Namun, pihaknya tetap akan menggelar upacara di base camp. ‘’Kondisi cuaca sebenarnya memungkinkan, tapi kami tidak mau ambil risiko di tengah pandemi,’’ ujarnya.

Sementara dari jalur Jawa Tengah, Cemoro Kandang, dan Candi Cetho, dibatasi maksimal 500 pendaki per hari. Pendaki yang ingin muncak dari kedua jalur tersebut tak mendapat kuota. ‘’Kami kewalahan. Karena meski kuota ditambah, tapi pendaki masih berdatangan,’’ ungkapnya.

Mulai pukul 12.00 kemarin, Perhutani menutup jalur pendakian karena kuota penuh. Tujuannya, agar pendaki bisa menerapkan physical distancing. Pun sejak di base camp mereka diingatkan tetap menjaga jarak dan memakai masker. ‘’Sebelum masuk gerbang, mereka di-thermo gun,’’ tuturnya.

Petugas tidak menoleransi para pendaki yang mengenakan celana jins. Mereka harus ganti celana lebih dulu sebelum muncak. Sebab, celana jins membuat tubuh rentan cuaca dingin. ‘’Itu salah satu pencegahan agar pendaki tidak ada yang cedera,’’ terangnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button