Madiun

Ratusan Pedagang Sunday Market Belum Tertampung

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan Sunday Market di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun terus dievaluasi. Apalagi, animo warga berjualan di lokasi tersebut semakin tinggi. Tiap minggu sedikitnya ada 25 lapak baru. Mereka adalah pedagang yang tercatat dalam daftar antrean.

Catatan paguyuban, hingga kini pedagang yang berjualan di Sunday Market mencapai 760-an. Bertambah sekitar 80 dari saat dibuka pertama pada 4 Agustus lalu sebanyak 640 pedagang. ‘’Tiap minggu ada pedagang baru,’’ kata Pembantu Umum Paguyuban Sunday Market Cornelius Agung Minggu (15/9).

Kendati lapak baru bertambah, kata Agung, pedagang yang mengantre juga meningkat. Sebagian merupakan pedagang baru yang mendaftar. Sementara, ada 300-an yang sejak awal masuk waiting list.

Menurut dia, hal itu dapat dimaklumi mengingat jumlah pedagang yang terdata di database care free day (CFD) Jalan Pahlawan mencapai lebih dari 1.000. ‘’Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama untuk pembukaan gelombang kedua yang masih dalam perencanaan,’’ ungkapnya.

Agung menyebut, pedagang yang masuk dalam daftar antrean kerap melayangkan protes lantaran menunggu tanpa kepastian kapan mendapatkan kesempatan membuka lapak. Di sisi lain, pihaknya sedikit kesulitan melakukan mapping tempat di lapangan. ‘’Untuk pedagang liar kami selalu antisipasi,’’ tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono mengungkapkan bahwa tiap minggu pihaknya selalu melakukan evaluasi terkait pelaksanaan Sunday Market. Terutama terkait penambahan pedagang baru. ‘’Untuk jumlahnya berapa, tentu kami selalu koordinasi dengan paguyuban,’’ kata Gaguk.

Penambahan pedagang tersebut, menurut Gaguk, mengindikasikan perkembangan positif pelaksanaan Sunday Market. Pun, pihaknya terus berupaya menyediakan sebanyak mungkin lapak sehingga dapat menampung seluruh pedagang. ‘’Kami tetap prioritaskan pedagang dari Kota Madiun,’’ ujarnya.

Hasil evaluasi lain, para pedagang terbilang disiplin menjaga kebersihan. Mereka mematuhi aturan lapak harus bersih dari sampah. Jika tidak, bakal digantikan pedagang yang mengantre. ‘’Untuk area parkir pedagang, yang di sebelah timur itu sebenarnya bisa dimanfaatkan,’’ terang Gaguk.

Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait soal penambahan toilet portabel di lokasi. Saat ini hanya ada dua toilet. Diakuinya jumlah itu belum mampu menampung ribuan pengunjung yang memenuhi lokasi tiap minggunya. ‘’Untuk toilet sudah ada rencana penambahan,’’ ucapnya. (kid/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button