Madiun

Ratusan Pedagang PBM Tunggak Bayar Retribusi Kios

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan pedagang Pasar Besar Madiun (PBM) menunggak bayar retribusi sewa kios maupun los. Mereka berdalih aktivitas jual-beli sepi lantaran daya beli masyarakat turun. Pandemi Covid-19 pun dijadikan kambing hitam. Faktanya, di antara mereka ada yang menunggak sejak 2013 silam.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi mengatakan bahwa pedagang yang menunggak tersebut merata. Baik di lantai satu maupun dua. Tunggakan di bawah Rp 5 juta sebanyak 71 persen dari total 1.000 pedagang atau sekitar 710 pedagang. Sedangkan tunggakan di atas Rp 5 juta sebanyak 8,3 persen atau sekitar 83 pedagang. ‘’Ada yang sejak 2013, ada yang mulai 2015. Jadi, variatif. Sisanya sudah lunas,’’ katanya, Selasa (20/4).

Pihaknya menerapkan hitungan ring Rp 5 juta sebagai titik tengah untuk menentukan persentase. Jika tidak begitu, hasilnya bisa timpang. Sehingga tidak ditemukan persentase, melainkan grafik. Sebab, jumlah tunggakan berbeda. ‘’Misalnya ada yang menunggak Rp 4,9 juta, berarti ringnya di bawah Rp 5 juta, ada juga yang lebih sehingga ikut ring di atasnya,’’ jelasnya. (mg2/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button