Madiun

Ratusan Pedagang Belum Divaksin

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hingga kini ratusan pedagang 17 pasar tradisional di Kota Madiun belum tersentuh vaksinasi Covid-19. Namun, bukan berarti tidak tersasar. Umumnya lantaran punya penyakit penyerta (komorbid). ‘’Yang memenuhi syarat kami undang untuk vaksinasi,’’ kata Plt Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kota Madiun Tugas Prasetyo Minggu (11/7).

Vaksinasi yang telah dilakukan sebelumnya, kata dia, memang hanya untuk pedagang yang ber-KTP Kota Madiun. Tugas menyebut bahwa vaksinasi untuk pedagang merupakan program langsung pemerintah. Sehingga, setelah mendapat surat dari dinkes, pihaknya mengumpulkan data pedagang sesuai kuota. ‘’Kami berusaha memaksimalkan kuota itu,’’ ujarnya.

Pihaknya mencatat jumlah pedagang ber-KTP Kota Madiun total sekitar 1.050 orang. Namun, hanya 248 pedagang yang sudah divaksin dinkes melalui dinas perdagangan. ‘’Memang belum semua pedagang mendapatkan suntikan antikorona. Sisanya bagaimana, belum ada petunjuk,’’ ungkapnya.

Menurut dia, vaksin bagi pedagang sangat penting. Terlebih pasar merupakan tempat transaksi tatap muka dan rentan kerumunan. Sehingga, dengan vaksinasi bisa memberikan rasa tenang dan terlindungi, baik pedagang maupun pengunjung. ‘’Para pedagang berada di tempat umum. Selain sebagai proteksi diri sendiri, juga untuk banyak orang. Sejauh ini vaksin pedagang sudah dilakukan dua kali, terakhir sekitar dua bulan lalu,’’ sebutnya. (irs/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button