Ponorogo

Ratusan Napi Dapat Remisi Lebaran, Masa Tahanan Dikurangi

PONOROGO – Sebanyak 154 narapidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Ponorogo mendapat remisi lebaran. Mereka dianggap memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan. ‘’Selalu berkelakuan baik selama menjalani hukuman dan sudah lebih dari enam bulan,’’ kata Kasie Pelayanan Tahanan Rutan Ponorogo Taufiqul H, kemarin.

Besaran remisi yang diusulkan berbeda. Dari total 154, 57 napi mendapatkan remisi 15 hari. Karena telah menjalani masa hukuman atau tahanan lebih dari enam bulan di tahun pertama menjalani masa tahanan. Sedangkan yang mendapatkan remisi sebulan sebanyak 80 orang karena masuk tahun kedua masa hukuman atau tahanan. Remisi 1 bulan 15 hari hanya satu orang. Sementara yang langsung bebas sebanyak lima orang. Jumlah tahanan di Rutan Ponorogo saat ini sebanyak 347 orang. Dari jumlah itu yang berstatus napi 197 orang. Namun, yang memenuhi syarat untuk diajukan remisi hanya 154 orang. Sedangkan 43 lainnya tidak memenuhi persyaratan. ‘’Kami tidak usulkan karena tidak memenuhi syarat,’’ lanjutnya.

Dia menyebut 43 narapidana yang tidak mendapat remisi lantaran belum memenuhi beberapa persyaratan. Rinciannya, belum sampai menjalani hukuman enam bulan sebanyak 27 orang, tidak memiliki justice collaborator (JC) 12 orang, dan lain-lain empat orang. ‘’Jadi justice collaborator (JC) itu dikhususkan untuk napi kasus narkotika,’’ ungkapnya.

Taufiqul menjelaskan napi kasus narkotika hanya perlu mengurus justice collaborator (JC) atau surat pernyataan kerja sama dengan penegak hukum sebagai pesyaratan mendapatkan remisi. Itu lebih mudah, sebab dulu napi narkotika untuk mendapat remisi harus membayar denda. ‘’Sekarang untuk napi kasus narkotika tidak ada denda,’’ imbuhnya.

Jumlah napi yang bisa diajukan remisi jauh lebih sedikit dibanding penghuninya yang mencapai ratusan orang. Sebab, kebanyakan penghuni rutan Ponorogo masa hukumannya kurang dari enam bulan. Misalnya kasus judi togel, kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) dan sebagainya. ‘’Karena itu tidak bisa kami usulkan untuk mendapat remisi,’’ sambungnya.

Selain saat lebaran, remisi khusus biasanya juga diberikan saat hari besar keagamaan lain. Misalnya Natal, Nyepi maupun Waisak. Sedangkan ketentuan besaran remisi untuk tahun pertama atau telah menjalani 6-12 bulan bisa mendapat 15 hari. Untuk masa hukuman satu hingga tiga tahun mendapat satu bulan. Untuk masa hukuman empat hingga enam tahun mendapat remisi 1,5 bulan. Untuk masa hukuman enam tahun lebih mendapat remisi dua bulan. ‘’Intinya, besaran remisi disesuaikan dengan masa tahanan,’’ ucapnya. (mg7/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button