Madiun

Ratusan Motor Naik Kereta Api

MADIUN – Ada 580 pengguna layanan motor gratis (montis) Jumat, 31 Mei tiba di stasiun Madiun, sekitar pukul 14.19. Ratusan unit sepeda motor tersebut datang dari stasiun Jakarta Gudang dengan tujuan paling banyak di Stasiun Madiun. Sebaliknya, total motis yang naik atau diangkut dari stasiun Madiun sementara ini masih kosong. ’’Total naik kosong kemungkinan volume naiknya (Dari stasiun Madiun) setelah Lebaran atau H+,’’ kata Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko ditemui Jawa Pos Radar Madiun, Jumat (31/5) lalu.

Ixfan mengatakan, ratusan sepeda motor tersebut sudah didaftarkan oleh pemiliknya sebagai angkutan motis masa Lebaran sejak Februari lalu. Kemudian pelaksananya dimulai sejak 27 Mei sampai dengan 2 Juni. Kemudian pengiriman berhenti sejenak karena menjelang hari raya Idul Fitri. Dan kembali  berlanjut pada 8 Juni hingga 13 Juni mendatang.

’’KAI menyajikan angkutan motis untuk tiga lintasan saja. Lintas utara, lintas selatan 1dan Lintas Selatan 2. Cuman yang melalui Daop 7 Madiun ini hanya ada satu angkutan montis, lintas kampung badan arah jalur selatan ini lewat Madiun,’’ ujarnya.

‘’Angkutan motis ini dulu berakhir di Blitar sekarang Pasar Turi, Surabaya lewat selatan dan Daop 7 Madiun,’’ imbuh Ixfan.

Ixfan mengatakan,  ada  sejumlah hal penting yang harus diperhatikan pengguna layanan motis. Diantaranya, bahan bakar harus dikosongi. Spion wajib dilepas lalu pemilik menunjukkan surat tanda nomor kendaraan (STNK) asli. ’’Namanya yang didaftarkan ber-KTP juga. Harus dicek sebelum dilakukan packing kemdian dicek oleh ekspedisi. Untuk petugas ekspedisi resmi yang dipercaya Kementerian Perhubungan (kemenhub) di sini ada 17-20 petugas,’’ ujarnya.

Lanjutnya, kesalahan yang paling sering dilakukan masyarakat adalah komplain sampai tujuan pengambilan ekspedisi tersebut kondisimotor kosong tanpa bahan bakar minyak (BBM). Karena itu, dia menghimbau masyarakat pengguna jasa angkutan motis saat datang hendak mengambil motor membawa BBM 1 – 1,5 liter. Lalu, kata dia, mengadu adanya kerusakan pada motor ke KAI. Perlu diketahui,jika terjadi kerusakan motor itu diluar tanggung jawab PT.KAI. ’’Kalau masyarkat itu ada keluhan-keluhan bisa disampaikan melalui pos mantis. Di Daop 7 Madiun ada tiga pos mantis Madiun, Jombang dan Kertosono,’’ bebernya.

Adanya angkutan motis ini sebagai upaya dari pemerintah pusat menekan angka kecelakaan lalu lintas dari pengguna sepeda motor dan mengurnagi volume roda di jalan raya. Hasil evaluasi dari tahun ke tahun peminat angkutan mudik montis ini terus meningkat. Untuk tahun ini kuota angkutan montis ditambah menjadi 18.000. ’’Target 18 ribu semuanya cuman ini akan kami hitung dan evaluasi lagi dan laporkan ke kementerian, jika tidak (memenuhi target) perlu dicek lagi kelancaran transaksi kemenhub sulit atau tidak, atau sosialiasinya yang kurang,’’ pungkasnya. (dil/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close