Ngawi

Ratusan Guru SD Terdampak Regrouping

NGAWI– Nasib ratusan guru terdampak regrouping SD awal tahun pelajaran lalu mulai menunjukkan kejelasan. Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi memastikan surat keputusan (SK) mengajar di sekolah baru bakal segera turun. ‘’Kemungkinan minggu ini,’’ kata Kabid Pembinaan Ketenagaan Dindik M. Fahrudin Senin (30/7).

Fahrudin mengatakan, dari 16 SD yang digabung, lebih dari 100 pengajar bakal ditempatkan di sekolah baru. Pun, dengan pertimbangan efisiensi, mereka ditugaskan di lingkup kecamatan masing-masing. ‘’Tidak ada kemungkinan di luar kecamatan,’’ tegasnya.

Dia menyebut, meski masih menunggu SK, ratusan guru tersebut telah berada di sekolah baru. Mereka dibekali surat tugas dari kepala dindik. Itu dilakukan agar para pengajar tersebut tidak terlalu lama menganggur. Juga bentuk antisipasi supaya syarat sertifikasi yakni mengajar 24 jam dalam seminggu terpenuhi. ‘’Jadi, sudah tidak ada masalah lagi,’’ imbuhnya.

Bagaimana dengan pegawai non-PNS? Fahrudin mengklaim para pendidik latihan kerja (latker) yang sebelumnya mengajar di sekolah tergabung telah mendapat tempat baru. Beberapa waktu lalu, pihaknya telah meminta kepala sekolah dan kepala UPT setempat mencarikan para tenaga pembantu tersebut, termasuk petugas kebersihan. ‘’Saya kira tidak banyak, kan hanya beberapa sekolah yang punya latker,’’ tuturnya.

Sekadar diketahui, sebanyak 16 SDN di Ngawi terpaksa ditutup lantaran kekurangan siswa. Belasan lembaga itu lantas di-regrouping. Meski perpindahan siswa sempat molor, dindik tuntas menggabung 16 lembaga pendidikan tersebut pada minggu pertama tahun pelajaran 2019/2020. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close