Mejayan

Ratusan CJH Kabupaten Madiun Gagal Berangkat ke Tanah Suci

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Ratusan calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Madiun batal terbang ke Tanah Suci tahun ini. Padahal, berbagai persyaratan telah dipenuhi. Termasuk terkait penanganan kesehatan di masa pandemi. Ini merupakan ibadah haji kali kedua sejak tahun lalu.

‘’CJH Kabupaten Madiun yang rencananya diberangkatkan tahun ini ada 406 orang dan 13 CJH mutasi,’’ kata Kasi Pembinaan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Madiun Muhamat Basid, Minggu (6/6).

Basid mengungkapkan, keputusan pemerintah pusat membatalkan keberangkatan haji tahun ini menimbang kondisi dan situasi pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. Daerah hanya bisa mengikuti instruksi tersebut. Pun, pembatalan tersebut menjadi jawaban atas menggantungnya kejelasan haji kurun satu tahun terakhir.

‘’Yang direncanakan berangkat tahun ini adalah CJH yang sempat tertunda keberangkatannya pada 2020,’’ ujar Basid. ‘’Setelah penundaan kala itu, kepastian berangkat atau tidak baru turun beberapa hari terakhir,’’ imbuhnya.

Maret lalu, sejatinya ada potensi haji jadi diberangkatkan. Itu seiring turunnya instruksi ke daerah terkait penyelesaian administrasi. Di antaranya, pengiriman paspor CJH ke provinsi yang telah dilakukan tiga bulan lalu.

Tak hanya persyaratan umum, ada juga instruksi agar CJH divaksin antikorona. Hal tersebut juga sudah dilaksanakan secara bertahap. ‘’CJH lansia sudah. Kalau yang di bawah 59 tahun, sebagian besar juga sudah divaksin,’’ ungkapnya.

Akankah ratusan CJH Kabupaten Madiun bakal diberangkatkan haji pada 2022 mendatang? ‘’Belum ada kepastian. Tapi, kami berharap bisa berangkat tahun depan,’’ ucap Basid. (den/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button