Ngawi

Ratusan Bumil di Ngawi Ogah Divaksin

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Betapa merugi ratusan perempuan berbadan dua di Ngawi yang menolak vaksinasi Covid-19. Selain tidak mendapatkan perlindungan dari potensi paparan Covid-19, janin yang dikandung juga berisiko terganggu kesehatannya.

Keyakinan bahwa serum antikorona mengancam keselamatan nyawa tidak terbukti. Sebab, dari 1.592 ibu hamil (bumil) yang telah divaksin, hanya dua orang mengalami kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). ‘’Itu pun ringan. Tidak ada efek yang fatal,’’ kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Agung Kurniawan, Sabtu (4/9).

Data dinkes, sasaran penerima vaksin 2.268 bumil dengan usia kandungan 13–34 minggu. Progres imunisasinya mencapai 74,4 persen per kemarin. Agung mengungkapkan, 264 bumil menolak divaksin dengan dalih khawatir terhadap keselamatan janinnya. Padahal vaksin Sinovac yang digunakan terbukti aman. ‘’Tentu sangat disayangkan,’’ ujar Agung. (sae/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button