Pacitan

Ratusan Bayi di Pacitan Alami Stunting

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kasus bayi dengan masalah gizi merebak di Pacitan. Bahkan, dua tahun terakhir persentase stunting merangkak naik. Dari 16,72 persen pada 2020, setengah tahun ini sudah tembus 16,77 persen.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengingatkan pengentasan problem stunting harus diselesaikan bersama. Tak melulu diurusi dinas kesehatan (dinkes), dinas sosial (dinsos) hingga dinas pendidikan (dindik) wajib ikut cawe-cawe. ‘’Kita akan lakukan pendampingan intens. Mulai asupan gizi balita sampai ekonomi keluarganya,’’ tegas Aji, sapaan bupati, Selasa (25/5).

Aji berharap problem ini dapat dipangkas dalam beberapa tahun ke depan. Menekan persentasenya agar terus berkurang hingga mendekati nol. Dia juga mendorong keluarga penerima manfaat tak melulu menantikan bantuan. ‘’Di Dusun Sono, Bangunsari, bagus. Walaupun ada indikasi stunting, keluarganya tetap survive,’’ ungkapnya.

Plt Kadinkes Pacitan Hendra Purwaka menyatakan bahwa 259 dari 995 balita di Bandar stunting. Bahkan, 70 balita dalam kondisi sangat kecil. Tak melulu masalah gizi, stunting juga tak lepas dari kondisi gen masing-masing keluarga. ‘’Gen itu penentu bayi lahir besar atau kecil. Tentu dengan gizi yang baik minimal bisa ditingkatkan,’’ tandasnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button