Madiun

Rapid Test Reaktif, Swab Test Bisa Negatif

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dua pasien dalam pengawasan (PDP) masih menantikan hasil swab test. Sementara delapan PDP lainnya, hasil swab test-nya dinyatakan negatif. Penambahan satu PDP di Kota Madiun itu hasil dari peningkatan tracing (pelacakan) yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19.

Jubir TGTPP Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah membeberkan, dua PDP semula berstatus orang tanpa gejala (OTG). Karena hasil rapid test menunjukkan reaktif, statusnya naik menjadi PDP. Meskipun dari rapid test keduanya dinyatakan reaktif. Untuk memastikan positif atau negatif terinfeksi Covid-19 perlu menantikan hasil tes metode polymerase chain reaction (PCR) yang diklaim lebih akurat. ‘’Meskipun reaktif bisa jadi hasil PCR negatif. Kita nantikan dulu,’’ ujarnya.

Satu PDP warga kota itu merupakan pedagang di Temboro. Yang bersangkutan berangkat pagi dan pulang malam. Berangkat dari temuan klaster Temboro itulah, TGTPP meningkatkan tracing. Terdeteksi empat orang terindikasi kontak. Keempatnya terkategori OTG dan berada di bawah pengawasan kader kesehatan. Sehingga, total OTG saat ini sebanyak 27 orang. ‘’Itu klaster Temboro dan Sukolilo,’’ sebutnya.

Adapun jumlah orang dengan risiko (ODR) di kota ini terus meningkat. Terbaru mencapai 872 ODR. Sebanyak 549 di antaranya selesai menjalani pemantauan. ODR merupakan warga yang datang atau bepergian dari daerah zona merah. ‘’Untuk ODR memang terus mengalami peningkatan,’’ ungkap Aflah.

Pemkot terus berupaya melakukan berbagai antisipasi dan pencegahan. Mulai mewajibkan setiap warga mengenakan masker hingga penutupan akses di beberapa pintu perbatasan. Larangan mudik juga terus diserukan sampai sekarang. Pemkot juga telah memindahkan tempat karantina ke Stadion Wilis dan penampungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Jalan Srindit. ‘’Sesuai arahan pusat, warga perantau diimbau tidak mudik,’’ tegasnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button