Pacitan

Rapid Test Masal, 24 Warga Absen 

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Upaya rapid test masal warga satu dusun di Desa Kembang, Pacitan, tak berjalan mulus. Dalam satu hari, dari 177 warga, 24 di antaranya tidak hadir. Alasannya, sedang tidak ada di rumah karena kesibukan yang tak bisa ditinggalkan. ‘’Kami kejar terus, karena dikhawatirkan nanti tidak tuntas,’’ kata Plt Kepala Dinkes Pacitan Hendra Purwaka Kamis (14/5).

Hendra mengungkapkan, tercatat 153 orang warga Desa Kembang dan 24 lainnya dari desa tetangga. Khusus warga Desa Kembang, 17 orang tidak hadir. Sedangkan tujuh orang absen lainnya berasal dari luar desa. ‘’Nanti tetap kami rapid test mereka yang tidak hadir. Kami cari,’’ tegasnya sembari menyebut rapid test digelar di balai desa setempat.

Dia menambahkan, dari 153 warga yang ikut rapid test, sebanyak empat orang dinyatakan reaktif. Tiga di antaranya dari Desa Kembang. Rencananya, empat warga itu bakal diuji swab Minggu (17/5). Sembari diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan isolasi mandiri. ‘’Tidak terlalu ketat, tapi harus waspada dan tidak boleh terlena,’’ ujarnya.

Hendra berharap hasil tersebut tak membuat resah warga setempat. Mengingat, dari pengalaman tim medis, tak semua warga reaktif dinyatakan tertular virus korona. Terlebih, alat tersebut meninjau segala virus di dalam tubuh, termasuk flu hingga demam berdarah. ‘’Kita tegaskan reaktif rapid test tidak sama positif korona,’’ jelas Hendra.

Terkait status karantina satu RT di Desa Kembang, Hendra memastikan sudah berakhir. Namun, hingga saat ini belum resmi di-unlockdown. Meski kemungkinan pembukaan wilayah tersebut bakal segera dilakukan. Mengingat, hasil rapid test menunjukkan tren memuaskan. ‘’Salah satu syarat dibukanya karantina wilayah adalah hasil rapid test, jadi masih kita tunggu,’’ ujar Hendra. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close