Ngawi

Rapid Test Karyawan Objek Wisata

Abai Protokol Kesehatan Terancam Dapat Sanksi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi terus berupaya melakukan percepatan pemulihan sektor pariwisata daerah setempat. Salah satu langkah yang bakal dilakukan dalam waktu dekat adalah melakukan rapid test terhadap para karyawan objek wisata. ‘’Ini salah satu tahapan awal pembukaan kembali tempat wisata,’’ kata Kabid Pariwisata Disparpora Ngawi Totok Sugiharto Minggu (30/8).

Dia menyebut, rencananya pekan depan pihaknya bakal melakukan tes cepat di enam tempat wisata. ‘’Kebanyakan merupakan wisata air. Tapi, perlu kami tegaskan bahwa sampai saaat ini belum ada rekomendasi pembukaan kembali kolam renang,’’ paparnya.

Menurut Totok, rapid test tersebut dilakukan demi keselamatan pengunjung. Karena itu, setiap tempat wisata yang hendak buka kembali harus dipastikan terlebih dulu para karyawannya steril dari paparan Covid-19. Pun, dia mengimbau para pengelola objek wisata menerapkan protokol kesehatan demi pencegahan virus korona. Pun, sanksi bakal diberikan bagi pengelola yang abai. ‘’Jika melanggar bisa ditutup,’’ tegasnya.

Sementara, pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda memunculkan kreativitas tersendiri. Seorang pengusaha wisata air di kolam renang di Desa Jenggrik, Kedunggalar, menyulap kolam renang miliknya menjadi kafe dan resto. ‘’Agar tetap ada pendapatan yang masuk,’’ kata Wahyuningsih, owner kolam renang tersebut.

Dia menyebut, penutupan wisata air selama pandemi sangat memukul usahanya. Bahkan, harus merugi lantaran fasilitas kolam renang juga tetap membutuhkan pemeliharaan. ‘’Setiap hari masih dibersihkan,’’ ujarnya.

Langkah Wahyuningsih menyulap kolam renangnya menjadi kafe dan resto terbilang jitu. Buktinya, sejak dibuka pada 8 Agustus lalu langsung diserbu pengunjung. ‘’Mungkin karena menawarkan suasana berbeda. Bisa buat foto-foto juga,’’ paparnya.

Kendati demikian, protokol kesehatan tidak dilupakan. Setiap pengunjung wajib mengenakan masker dan mencuci tangan terlebih dahulu. Selain itu, tempat duduk diatur dengan jarak tertentu. ‘’Tidak menyangka, animo masyarakat cukup bagus,’’ sebutnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close