Madiun

Rapid Test Guru Dimulai Hari Ini, Dindik Tak Ingin Kecolongan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun Rapid test antibody bagi guru dan tenaga kependidikan ditargetkan rampung pekan ini. Keputusan itu dicetuskan setelah lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terlibat pembahasan alot di Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun (sebelumnya tertulis dinkes-KB) Selasa (3/11).

Alotnya pembahasan terjadi saat perwakilan puskesmas mengutarakan keterbatasan alat dan tenaga kesehatan (nakes). Seperti di Puskesmas Demangan yang hanya digawangi dua nakes, kesanggupannya melayani 70 orang per hari. ‘’Petugas terbatas, rapid dalam jumlah banyak itu butuh waktu 2-3 minggu,’’ kata Kepala Puskesmas Demangan Neva Chandra saat rapat.

Kealotan pembahasan itu ditunjukkan lintas OPD demi mendapatkan solusi terbaik bagi pembelajaran tatap muka (PTM). Utamanya mengantisipasi adanya klaster baru sekolah pasca-PTM dibuka kembali. Apalagi PTM berhubungan langsung dengan kesehatan siswa di masa pandemi. Rencananya, rapid test guru bakal dimulai hari ini (4/11). Teknis pelaksanaannya dibagi tiap wilayah kerja puskesmas. ‘’Perlu hati-hati sebelum masuk sekolah. Kami tak ingin kecolongan,’’ kata Kadindik Kota Madiun Heri Wasana seusai rapat.

Rapid test juga menyasar delapan operator bus sekolah dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun. Empat bus sekolah bakal digunakan menjemput siswa yang diizinkan PTM oleh orang tuanya. ‘’Jika rapid test kelar pekan ini, PTM dimulai pekan depan. Sekolah yang gurunya belum rapid test berarti PTM-nya mundur satu-dua hari,’’ kata Kabid Pendidikan Dasar (Pendas) Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi.

PTM harus memenuhi empat unsur. Mulai kesiapan SDM, prosedur atau metode pembelajaran, izin orang tua, hingga kesiapan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan. Seluruh unsur itu telah dipersiapkan matang. PTM diikuti 50 persen dari kapasitas kelas. Durasi pembelajaran maksimal dua jam. Dimulai pukul 07.00-09.00 tanpa jam istirahat. Aturan main ini juga bakal diikuti madrasah di bawah naungan Kemenag Kota Madiun. ‘’Pada prinsipnya tidak ada paksaan dalam PTM. Bagi orang tua yang belum setuju, tetap difasilitasi belajar daring (dalam jaringan),’’ jelasnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close