Madiun

Rambu Larangan Parkir Sementara Masih Jadi ”Pajangan”

Larangan Parkir Berlaku Efektif Mulai Februari

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Banyak rambu lalu lintas yang terpasang di Kota Madiun hanya jadi ”pajangan”. Salah satunya, rambu larangan parkir di Jalan Pahlawan. Tepatnya di depan balai kota. ‘’Kesadaran warga mematuhi rambu lalu lintas perlu ditingkatkan,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rasidi Minggu (12/1).

Di sepanjang jalur yang dijuluki Maliboro-nya Kota Madiun itu terpasang dua pasang rambu bergambar huruf P yang dicoret. Artinya, mulai depan Bank Mandiri hingga Jalan Perintis Kemerdekaan dilarang parkir. ‘’Tapi, masih ada saja warga yang parkir di sepanjang jalur itu,’’ ujarnya.

Ansar menyebut, pemasangan dua rambu itu bertujuan agar kinerja ruas Jalan Pahlawan tidak berkurang. Mengingat volume kendaraan meningkat seiring perubahan arus lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Sulawesi. ‘’Sekarang warga punya jujukan baru di depan balai kota. Pemerintah sudah memfasilitasi,’’ lanjutnya.

Solusinya, menurut Ansar, warga yang ingin menikmati pedestrian anyar itu bisa memarkir kendaraan roda dua di sisi utara sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan. Sedangkan kendaraan roda empat diarahkan ke area parkir Sumber Umis. ‘’Kendaraan roda empat juga bisa parkir di Plaza Madiun,’’ jelasnya.

Terkait posisi pemasangan kedua rambu yang berbeda di jalur tersebut, kata Ansar, memang disengaja. Sebab, jika menghadap utara, seperti rambu lain yang lebih dulu terpasang, akan mengurangi kinerja ruas jalan. Meskipun pengendara dari arah utara tidak dapat melihatnya. ‘’Sengaja menghadap ke barat,’’ tuturnya.

Untuk sementara pihaknya masih memberi toleransi kepada pelanggar parkir. Alasannya, masih dalam tahap uji coba sekaligus membiasakan warga pada rambu itu. Per Februari nanti pihaknya bakal tegas melakukan penindakan. ‘’Januari ini kita coba dulu. Awal Februari tidak ada toleransi lagi,’’ tegasnya.

Dia menambahkan, berdasarkan Perda 37/2018 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ada tiga sanksi untuk pelanggar. Yakni, penggembosan ban sebagai peringatan, penggembokan dengan denda Rp 100 ribu, dan derek dengan denda Rp 250 ribu. ‘’Penindakan itu akan kami terapkan bulan depan sesuai regulasi yang ada,’’ terangnya.

Pihaknya berharap seluruh warga mematuhi aturan lalu lintas yang ada. Sehingga, destinasi wisata baru itu tidak mengganggu arus lalu lintas. ‘’Harus tertib berlalu lintas. Rambu bukan pajangan, tapi untuk ditaati. Karena sudah jadi kesepakatan bersama,’’ pintanya. (kid/c1/sat) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close