Magetan

Rambu Lalin di Sukomoro Minim, Dishub Alokasikan Rp 350 Juta Pengadaan Baru

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Minimnya rambu lalu lintas (lalin) menjadi kekhawatiran. Khusus untuk jalan Bendo–Maospati masih ada beberapa kekurangan. ‘’Tiap persimpangan minimal butuh empat rambu lalu lintas. Sementara, kalau ada sekolah minimal juga harus ada empat (rambu lalin),’’ kata Kabid Ketertiban Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan Oentoro Budi Senin (29/7).

Pihaknya menyebut, saat ini ada 2.032 rambu lalin yang sudah terpasang. Tetapi, diakuinya, jumlah itu belum mencukupi. Karena ada beberapa wilayah di Magetan yang minim rambu lalin. Seperti di Panekan, Plaosan, Ngariboyo, dan Sukomoro. ‘’Masih perlu penambahan sebanyak 315 rambu lalu lintas dan tujuh rambu pendahulu penunjuk jurusan (RPPJ),’’ ungkapnya.

Belum lagi, lanjut Oentoro, keberadaan ribuan rambu lalin itu beberapa di antaranya sudah usang, bahkan rusak. Pihaknya mengalokasikan Rp 123,5 juta untuk pemeliharaan rambu lalin tersebut tahun ini. ‘’Karena termasuk dalam pemeliharaan. Itu dana sebelum PAK (perubahan anggaran keuangan, Red),’’ ujarnya.

Sedangkan alokasi dana pengadaan rambu lalin baru tahun ini tersedia sekitar Rp 350 juta. Anggaran itu sudah termasuk biaya pemasangannya. Oentoro mengungkapkan bahwa kebutuhan rambu lalin sudah disurvei sebelumnya. Tujuannya untuk menentukan titik pemasangan dan penggantian item yang sudah rusak. ‘’Memang ada daerah penyangga yang kerap kami perhatikan, tapi untuk rambu memang harus menyeluruh,’’ tuturnya.

Dari hasil survei terakhir, wilayah Sukomoro menjadi titik paling urgen ditambah pemasangan rambu lalin. Begitu juga dengan wilayah Magetan Kota. ‘’Jumlah pengadaan rambu lalin masih bisa berubah. Tergantung dari berapa alokasi anggaran yang disetujui,’’ kata Oentoro. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close