Magetan

Ramadan Tahun Ini Warga Magetan tanpa Pujasera

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Selama ini sebagian warga Magetan biasa berburu takjil di pujasera kawasan Stadion Yosonegoro saat Ramadan. Namun, fenomena seperti itu tidak akan ditemukan lagi pada bulan puasa tahun ini. ‘’Pujasera terpaksa kami tiadakan untuk menghindari adanya kerumunan massa,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Sucipto Kamis (23/4).

Sucipto mengaku sudah menyampaikan tidak adanya pujasera pada Ramadan kali ini kepada paguyuban pedagang. Pun, mereka tidak keberatan. ‘’Silakan jualan di rumah masing-masing, tapi jangan sampai bergerombol dan tetap jaga jarak,’’ ujarnya.

Dia menyebut, keberadaan pujasera itu mampu menggeliatkan usaha pedagang kecil. Juga menumbuhkan sumber ekonomi baru, misalnya jasa parkir kendaraan. ‘’Tapi, kita tetap harus patuh pada anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,’’ tegasnya.

Perputaran uang di pujasera, kata dia, juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Uang yang beredar mencapai Rp 60 juta setiap harinya. Sementara, pedagang yang berjualan tak kurang dari 70 orang. Mereka rela mengeluarkan modal Rp 500 ribu-Rp 700 ribu demi mengais rezeki saat Ramadan. ‘’Keuntungannya lumayan besar, 30-40 persen,’’ tutur Sucipto.

Jasa parkir pun kecipratan rezeki. Ratusan kendaraan pengunjung saban hari memadati sepanjang Jalan Yosonegoro. Tarif parkir sepeda motor Rp 2.000 dan mobil Rp 3.000. ‘’Setidaknya ada 12 tukang parkir yang menjaga kendaraan pengunjung pujasera,’’ ungkapnya.
Keramaian di lokasi pujasera membuat disperindag berencana membuka kembali sentra penjualan takjil itu tahun ini. Sayang, pandemi korona membuyarkan rencana tersebut. ‘’Semoga wabah ini segera berakhir,’’ harapnya. (bel/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close