Madiun

Ramadan di Tengah Pandemi, Cincau Hitam Laris Manis

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Industri cincau hitam di Desa Jatisari, Geger, Kabupaten Madiun, kebal Covid-19. Ketika berbagai sektor ekonomi lainnya sedang lesu, usaha itu tetap laris manis saat Ramadan. Meningkatnya produksi berbanding lurus terhadap omzet. ‘’Sama seperti bulan puasa sebelumnya, tidak ada pengaruh virus korona,’’ kata Purwanto, seorang pengusaha cincau desa setempat, Senin (27/4).

Ketika hari biasa, Purwanto memproduksi belasan ember cincau per harinya. Jumlah itu meningkat hingga seratusan ember pada Ramadan kali ini. Bahan makanan dari sari tanaman janggelan itu masih menjadi idola. Sebagai campuran hidangan untuk berbuka puasa. ‘’Omzet harian di rentang Rp 5 juta hingga Rp 6 juta,’’ ungkapnya.

Purwanto menyebut, cincau diolah tradisional. Mulai pengambilan sari daun janggelan hingga perebusan masih menggunakan kayu bakar. Karenanya, diperlukan tenaga tambahan. Jika biasanya sanggup bekerja sendiri, kini dibantu empat tetangganya. ‘’Yang mendapat berkah Ramadan bukan hanya saya seorang,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close