features

Rahmad Arifin Tulus Mengemban Tugas Kemanusiaan

Tak Pernah Terbebani meski Tugas Berisiko Tinggi

Rahmad Arifin menguatkan hati menyopiri ambulans yang mengantarkan jenazah pasien Covid-19 menuju pemakaman. Tugas ini tak cukup hanya dibekali kemampuan mengemudi. Namun, harus disertai mental kuat dan keberanian demi mengemban tugas kemanusiaan.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

SETIR mobil ambulans di RSUD dr Soedono telah dipegang Rahmad sejak 2019. Jauh hari sebelum dunia ini dilanda pandemi. Pengalaman di masa awal bertugas tentu berbeda dengan yang diemban saat ini. ‘’Sekarang nyopir ambulans wajib mengenakan APD (alat pelindung diri),’’ katanya.

Rahmad juga digembleng kemampuan mengurus jenazah Covid-19. Jika dibutuhkan, sewaktu-waktu siap membantu prosesi pemakaman. Pria 28 tahun itu wajib stand by setiap saat. ‘’Takut sudah pasti, tapi semangat menolong sesama jauh lebih tinggi,’’ ucapnya.

Meski tugasnya tak mengenal waktu, Rahmad tak pernah merasa terbebani. Pernah, dia mengantar pemakaman delapan jenazah dalam sehari. Panggilan pagi, siang, sore, malam, hingga lewat dini hari jadi konsumsi sehari-hari. ‘’Akhir-akhir ini jumlah pemakaman semakin bertambah,’’ ungkapnya.

Sadar risiko tinggi dari tugas yang diemban selama ini, dia pantang mengabaikan protokol kesehatan. Meski hazmat yang dikenakan selalu membuatnya bermandikan keringat. Selesai mengantarkan pemakaman selalu sterilisasi. Seluruh pakaian yang dikenakan segera dicuci dan langsung mandi. ‘’Dukungan keluarga jadi kekuatan menjalani tugas sehari-hari,’’ tutur warga Jalan Pacar Manis, Manisrejo, Taman, itu. * (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button