Madiun

Radar Madiun Lolos Verfal Dewan Pers

Dinyatakan sebagai Media Legal-Profesional

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengakuan status perusahaan legal dan profesional untuk menjalankan fungsinya sebagai perusahaan pers didapat Radar Madiun dari Dewan Pers Selasa (11/2). Semua itu diperoleh setelah media di bawah naungan PT Madiun Intermedia Pers tersebut lolos verifikasi faktual (verfal) yang dilakukan oleh Hendry Ch Bangun, wakil ketua Dewan Pers 2019–2022.

Dia menyatakan, media yang sudah mendapatkan sertifikat faktual menandakan sebagai media profesional. Artinya, media itu memang nyata adanya. Ada alamat kantor, struktur perusahaan, dan lain sebagainya sebagai identitas detail yang dicantumkan dalam media tersebut. Ketika ada komplain, masyarakat dapat mendatangi alamat itu.  ‘’Sebenarnya selembar kertas, tapi maknanya diakui sebagai perusahaan pers yang paham tentang undang-undang (UU) dan aturan Dewan Pers,’’ ujar Hendry.

Sebaliknya, media yang tidak mencantumkan alamat detail terancam hukuman pidana. Bahkan, bisa dikenai denda hingga Rp 100 juta. Karena itu, tahapan verifikasi ini penting bagi sebuah perusahaan media. ‘’Pernah di daerah tertentu, begitu didatangi ternyata alamatnya merupakan toko gorengan,’’ ungkapnya.

Hendry menyebut, tidak banyak media yang telah terverifikasi nasional. Sampai dengan Januari 2020, Dewan Pers mencatat baru 522 media yang telah terverifikasi faktual. Sementara 666 media masih pada tahap verifikasi administrasi. Sedangkan, 5.100 media lain masuk list registrasi. ‘’Jadi, verifikasi faktual dilakukan untuk perusahaan media yang sudah terverifikasi secara administrasi,’’ jelasnya.

Sebelumnya, tahapan verifikasi administrasi telah dilalui Radar Madiun. Hendry membeberkan, sedikitnya ada 15 syarat yang harus dipenuhi dalam tahap tersebut. Selain harus sudah berbadan hukum, penanggung jawab perusahaan harus merupakan wartawan utama. ‘’Syarat lain misalnya perusahaan itu punya peraturan perusahaan yang disahkan disnaker, bukti telah menggaji karyawan sesuai UMR, ada THR dan mengikutkan BPJS, ada program pelatihan, perlindungan hukum terhadap wartawan, serta penerapan dan pelatihan kode etik jurnalisitik. Itu beberapa syarat umum,’’ paparnya.

Selanjutnya, sejumlah syarat tersebut diunggah via online untuk kemudian dilakukan verifikasi administrasi. Baru setelah itu dilakukan verifikasi faktual. ‘’Koran lokal ini nggak bakal ditiru koran yang terbit di Jakarta atau Surabaya. Pasti lebih unggul media lokal dengan kelokalannya. Kita disuguhkan informasi yang berseliweran, di Palembang ada ini, di Hongkong ada ini. Padahal, ada sesuatu yang istimewa di sekitar kita,’’ tutur wartawan yang pensiun 2018 di harian Kompas Jakarta itu.

Hendry menambahkan, koran lokal selalu menjadi inspirasi. Pun memberikan hidangan berita yang berbobot dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, koran lokal, menurutnya akan tetap hidup. Karena memberi banyak inspirasi bagi masyarakat. ‘’Koran lokal di China dan India misalnya. Di sana tetap hidup dan bahkan oplahnya meningkat. Karena masyarakat sudah bosan dengan informasi di internet,’’ katanya. (kid/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close