Magetan

Puskesmas Poncol Kembali Normal

Terkonfirmasi Tambah 1, Pasien Sembuh Tambah 3

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pelayanan Puskesmas Poncol kembali normal mulai Senin ini (27/7). Itu setelah hasil swab test 54 pegawainya keluar Minggu (26/7) dan dinyatakan negatif Covid-19. Artinya, virus korona yang menginfeksi salah seorang bidan setempat tak menyebar di lingkungan puskesmas. ‘’Alhamdulillah semua negatif,’’ kata Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Didik Setyo Margono.

Pelayanan rawat inap juga dibuka kembali. Sehingga, warga tak perlu ke Puskemas Plaosan, Parang, dan Sumberagung lagi. Begitu pula tenaga kesehatan (nakes) dari ketiga puskesmas itu tak perlu bergantian ke Puskesmas Poncol untuk mem-back up pelayanan rawat jalan. ‘’Selama menunggu hasil swab, semua pegawai Puskesmas Poncol harus isolasi,’’ jelasnya.

Sementara itu, pasien terkonfirmasi Covid-19 di Magetan bertambah satu, Sabtu (25/7). Yakni, warga Kecamatan Barat berusia 63 tahun. Rencananya akan operasi katarak, karena sesak napas di-swab test. Hasilnya positif dan dirujuk ke rumah sakit di Kota Madiun. ‘’Yang bersangkutan saat ini mendapat perawatan intensif,’’ kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan Saif Muchlissun.

Di sisi lain, pasien sembuh juga bertambah tiga orang pada hari yang sama. Yakni, pasien 102, 145, dan 143. Ketiganya dirawat di RSUD dr Sayidiman Magetan. Hingga saat ini masih menyisakan 43 pasien yang belum sembuh. ‘’Sampai hari ini (kemarin, Red) 107 pasien sembuh dari total 155 pasien terkonfirmasi Covid-19,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

Bentuk Paguyuban Mudahkan Pengawasan

KEINGINAN pengusaha tempat hiburan malam (THM) Magetan agar ada relaksasi sudah di ubun-ubun. Namun, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 setempat urung memberikan rekomendasi dibuka. Menyusul masih cukup tingginya penambahan kasus positif korona dalam beberapa pekan terakhir.

Keinginan tersebut diutarakan ketika satpol PP dan damkar menggelar sosialisasi penerapan protokol kesehatan di masa transisi adaptasi kebiasaan baru (AKB). ‘’Kami tidak mengizinkan kalau belum ada rekomendasi,’’ kata Kepala Satpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi Minggu (26/7).

Chanif menyarankan pengusaha berkomunikasi langsung dengan GTPP. Selain meminta izin, juga menunjukkan skema protokol kesehatan ketat ketika THM beroperasi. ‘’Sebagian besar telah menunjukkan rancangannya ke kami,’’ ujarnya.

Demi memudahkan koordinasi, THM yang sudah mengantongi izin operasional disarankan membentuk paguyuban. Antara lain, THM di Kelurahan Sarangan, Plaosan, Parang, Magetan, dan Maospati. Langkah itu akan memudahkan tugas korps penegak perda melakukan pengawasan.

Cara serupa diharapkan bisa diterapkan ke THM tak berizin. Urusan itu perlu keterlibatan dinas terkait. ‘’Jadi, pembentukannya bukan hanya untuk perpanjangan tangan satpol PP, tapi juga mencakup aspek lain,’’ terangnya. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close