Madiun

Pusat Tak Akui Status Jembatan Branjangan, Pemkot Usul Alih Kelola Aset

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kerusakan lantai Jembatan Branjangan makin parah. Aspalnya banyak bergelombang. Kondisi itu dinilai membahayakan pengguna jalan.

Pihak DPUTR Kota Madiun telah mempertanyakan soal status itu ke Kementerian PUPR terkait rencana perbaikan jembatan tersebut. Hanya, pihak pemerintah pusat tidak mengakui kalau jembatan itu merupakan aset mereka. Begitu juga dengan Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun. Mereka merasa jembatan sepanjang 150 meter itu bukan asetnya. “Kondisi itu tentu menyulitkan kami untuk mengusulkan perbaikan jembatan,” kata Kepala DPUTR Kota Madiun Suwarno, Kamis (30/1).

Karena tidak ada yang mengakui soal kepemilikan aset jembatan itu, Suwarno mengupayakan untuk melakukan pengambilaihan status jembatan. Usulan itu sudah disampaikan ke Kementerian PUPR secara lisan saat pihaknya melakukan kunjungan kerja bersama komisi III DPRD Kota Madiun beberapa hari lalu. “Semua demi masyarakat. Karena mereka banyak mengeluhkan soal kerusakan yang ada pada jembatan tersebut,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya menyebut kalau Jembatan Branjangan yang didirikan sejak 1992 itu masih dalam kondisi aman. Sebab, didesain sanggup bertahan hingga usia 50 tahun. Sampai kini, usia jembatan itu baru 29 tahun. Tinggal 21 tahun lagi. Jembatan dengan rangka baja dan fondasi dua pilar di tengah itu didesain mampu menahan beban total 70 ton dalam sekali lintasan kendaraan. ‘’Masih aman kalau dari usia. Konstruksinya juga masih bagus. Hanya aspal lantai jembatan sudah rusak dan perlu diaspal ulang,’’ bebernya.

Suwarno menyebut, secara keseluruhan kondisi jembatan di Kota Madiun tidak begitu memprihatinkan. Hingga akhir 2019 lalu, sebanyak 118 jembatan masih aman. Namun, dia meminta pemeliharaan tetap dilakukan intensif. ‘’Karena Jembatan Branjangan ini ada di bawah pengelolaan BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Red), tapi kami juga ikut terlibat dalam pemeliharaan,’’ jelasnya. (her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button