Madiun

Punya Kartu Tani, Tetap Saja Petani di Madiun Sulit Tebus Pupuk Subsidi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Manfaat kartu tani (KT) disoal Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Madiun. Bahkan, mereka mendesak program pemerintah pusat itu dihentikan. Sebab, dinilai ribet. Pun, belum semua petani mengantonginya. ‘’Petani saat ini kesulitan menebus pupuk subsidi,’’ kata Ketua KTNA Kabupaten Madiun Suharno, Selasa (24/8).

Tanpa tedeng aling-aling Suharno menuding program KT gagal. Sebab, tidak memberi kemudahan petani mendapatkan pupuk subsidi. Dengan KT, petani harus bolak-balik ke kios untuk membawa pulang jatah pupuk subsidi. Pertama, petani harus cek dapat jatah berapa ke kios. Kemudian membayar, kios lantas mentransfer pembayaran ke distributor. ‘’Setelah itu, petani pulang dengan tangan kosong,’’ ujarnya.

Selang beberapa hari kemudian, kios memberi kabar ke petani jika jatah pupuk subsidi datang. Petani dipersilakan ambil pupuk setelah memasukkan kode sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok elektronik (e-RDKK) dengan KT ke mesin gesek yang disediakan salah satu bank. ‘’Alat dari bank itu, yang sempat diuji coba di Kecamatan Madiun dan Balerejo akhir tahun lalu, tidak digunakan karena rusak dan diambil lagi oleh bank,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, Suharno mengungkapkan, belum semua petani di Kabupaten Madiun menerima KT sebagai syarat membeli pupuk subsidi. Baru sekitar 15 ribu petani yang mengantongi. Padahal, total terdapat sekitar 80 ribu petani berdasarkan e-RDKK. ‘’Karena ribet, yang sudah punya kartu tani juga tidak dipakai,’’ ujarnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button