Ponorogo

Puncak Hujan, Longsor Intai Jalan Raya Ponorogo-Pacitan

BPBD Ingatkan Bahaya Retakan Tapal Kuda

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Bahaya masih mengintai di Kilometer 226 Jalan Raya Ponorogo-Pacitan. Dalam kurun satu tahun kemarin, retakan di atas bukit di Wates, Slahung, itu semakin parah. Tanah ambles hingga kisaran sepuluh meter. ‘’Meskipun sedikit, tetap perlu diantisipasi,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Setyo Budiono Rabu (1/1).

Retakan di atas bukit itu, kata Budi, merupakan biang dari bencana yang terjadi sejak tahun lalu di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan. Longsor yang terjadi di Wates sempat merusak jalan dan membuat akses dua kabupaten terputus. April tahun ini, kontur tanah kembali bergejolak, membuat garis-garis retakan panjang di aspal jalan raya tersebut. Pemprov sudah mengambil langkah perbaikan jalan. ‘’Musim liburan seperti ini, ruas jalan raya itu ramai wisatawan yang ingin berlibur ke Pacitan. Harus dipastikan aman untuk dilewati,’’ ujarnya.

Saat ini jalan difungsikan normal. Petugas BPBD kemarin meninjau lokasi retakan tanah di atas Jalan Raya Ponorogo-Pacitan itu. Dari pemantauan petugas BPBD menggunakan alat ukur yang telah dipasang sebelumnya, retakan terus berkembang. Pusat retakan berbentuk tapal kuda di atas bukit tersebut. ‘’Panjang retakan tidak berubah, sekitar 500 meter,’’ sebut Budi.

Alat ukur yang sudah dipasang akan dicek secara berkala untuk mengetahui perkembangan pergerakan tanah di Wates. Sebab, retakan bertipikal tapal kuda rawan mengakibatkan longsor. Apalagi, hujan sudah mulai intens turun di Bumi Reyog. Menurut prediksi BMKG, puncak hujan untuk Ponorogo dan sekitarnya terjadi Januari. ‘’Titik rawan longsor seperti di Wates perlu ditinjau terus perkembangannya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close